Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca-Lebaran, Natuna Pertimbangkan WFH

Natuna WFH
Plh Bupati Natuna, Hendra Kusuma. (Foto: istimewa)

Natuna (gokepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna menempuh sejumlah langkah untuk mengantisipasi, menangani, dan menanggulangi sebaran Covid-19 yang melonjak sejak dua minggu terakhir. Beragam upaya itu diarahkan langsung ke tiga sisi penanganan, yakni pencegahan, penanganan, dan peanggulangan dampak wabah.

“Sekarang kita tidak lagi bisa santai, peningkatan jumlah Covid-19 sudah sangat pesat. Seluruh upaya harus kita tempuh, kemungkinan saya akan membuat kebijakan WFH (Work From Home) untuk semua pegawai pemerintah,” tegas Plh. Bupati Natuna, Hendra Kusuma, Selasa (18/5/2021).

Menurut Hendra, kebijakan WFH ini diambil dengan tujuan pencegahan terhadap penularan dan minimal untuk memperlambat laju sebaran Covid-19. Sebelum menerapkan kebijakan tersebut, pihaknya akan melihat terlebih dahulu tren dan evaluasi penanganan serta penularan.

“Jika beberapa waktu ke depan masih terus meningkat, saya akan ambil kebijakan itu,” paparnya.

Saat ini, jelas Hendra, pemerintah hanya memberikan kebebasan bagi sebagian pegawai untuk melakukan WFH. “Saya bebaskan mereka memilih apakah mereka kerja di kantor atau dari rumah saja. Silakan,” sebutnya.

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Natuna mencatat jumlah kasus Covid-19 per 17 Mei mencapai 172 orang. Kemudian terjadi penambahan 7 kasus baru pada Selasa (18/5), menjadi 179 orang.

Dalam rapat koordinasi sehari sebelumnya, Plh Bupati Hendra kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan (prokes). Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca-lebaran Idul Fitri.

“Kondisi Covid-19 di Natuna sudah sangat mengkhawatirkan, karena hampir memasuki zona merah akibat lonjakan kasus yang terus meningkat,” ujarnya.

Hendra mengajak seluruh pihak untuk ambil andil dan berpartisipasi sesuai dengan tugasnya masing masing. Sebab ia melihat ada komunikasi yang terputus antara beberapa pihak, sehingga kinerja menjadi tidak maksimal.

“Untuk itu dalam rapat koordinasi ini saya ingin mengajak semua pihak terkait untuk bersatu dalam penghentian penyebaran Covid-19,” katanya.

Hendra menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengumumkan pelarangan mudik bagi seluruh masyarakat. Namun kenyataannya, masih banyak masyarakat yang masih melakukan mudik secara diam-diam dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Terutama saat kunjungan silaturahmi maupun ke tempat wisata.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat terus mematuhi protokol kesehatan. Serta melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar jika ditemukan orang dengan gelaja yang mencurigakan.

“Saya mengimbau agar semua mengingatkan kepada rekan kantor, keluarga, serta lingkunganya untuk tetap patuh pada protokol kesehatan. Saya paham kita sudah mulai lelah, karena hampir dua tahun kita berjuang keras melawan Covid-19. Tapi perjuangan kita belum selesai, kita harus terus melakukan beberapa treatment agar Covid-19 dapat dihentikan. Ini hanya akan terwujud kalau kita saling bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Aris Munandar mengapresiasi aksi cepat tanggap Plh Bupati Hendra dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca-Idul Fitri. Ia sepakat bahwa komunikasi dan koordikasi antar instansi yang tergabung dalam Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 harus diperbaiki, serta masing masing OPD dapat memahami betul tugas dan fungsinya.

Wan Aris juga menyarankan agar Pemkab Natuna memperhatikan kelayakan bangunan dan kebersihan lingkungan di lokasi isolasi terpadu. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana wilayah isolasi dapat terjaga dengan baik agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di sekitar lokasi isolasi terpadu yang berpusat di Asrama Haji Masjid Agung.

“Masih banyak pasien isolasi yang mengeluhkan masalah makanan dan vitamin yang diberikan. Saya minta kesediannya Dinas Kesehatan dapat melakukan sosialiasi kepada pasien isolasi terpadu mengenai tahapan dalam proses isolasi, karena banyak yang mengeluhkan mereka tidak diberikan obat. Selain itu kepada Plh. Bupati, kami harap kita dapat mendiskusikan lokasi isolasi baru, mengingat ruangan dan tempat di Asrama Haji hampir penuh,” saran Wan.

Kapolres Natuna, Ike Krisnadian menyampaikan, ada beberapa simulasi yang dapat dilakukan sesuai dengan zona perwilayah. Salah satunya adalah dengan menggerakkan posko posko mikro penanganan Covid-19 di masing-masing desa atau kelurahan.

“Kita harus mulai waspada karena di Natuna sendiri mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Saat ini kriteria kabupaten Natuna sudah memasuki zona kuning. Secara aturan treatment yang harus dilakukan adalah isolasi mandiri, namun yang sangat saya apresiasi inisiatif Pemkab Natuna untuk melakukan isolasi terpadu,” katanya. (zak)

BAGIKAN