Angka Pengangguran Kepri Turun di 2025, Sarjana Masih Sulit Cari Kerja

lowongan kerja palsu
Pencari kerja melintasi spanduk bergambar barcode lowongan kerja luar negeri saat bursa kerja di Gedung Juang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024). ANTARA FOTO/Henry Purba

BATAM (gokepri) — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepulauan Riau melandai ke angka 6,35 persen pada November 2025, turun tipis 0,10 persen poin dari Agustus 2025. Perbaikan penyerapan tenaga kerja ini terjadi di tengah tantangan pasar kerja yang masih dinamis.

Kepala BPS Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, menyebutkan angka tersebut mencerminkan realitas lapangan kerja saat ini. “TPT 6,35 persen artinya dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 6 sampai 7 orang yang masih menganggur,” ujar Toto, Senin 9 Februari 2026.

Kelompok ini mencakup penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja namun tengah mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, atau baru akan mulai bekerja. Data BPS mengungkap paradoks menarik berdasarkan gender dan wilayah. TPT laki-laki justru merangkak naik 0,75 persen poin menjadi 7,15 persen. Sebaliknya, TPT perempuan turun drastis 1,57 persen poin menjadi 4,97 persen.

HBRL

Baca Juga: Mengapa Investasi Besar Belum Mengurangi Pengangguran di Batam?

Secara geografis, wilayah perkotaan mencatatkan perbaikan dengan penurunan TPT sebesar 0,15 persen poin menjadi 6,55 persen. Namun, kawasan perdesaan justru mengalami kenaikan angka pengangguran sebesar 0,33 persen poin menjadi 3,89 persen.

Tantangan terbesar muncul dari sektor pendidikan. Ironisnya, pengangguran tertinggi justru didominasi lulusan Perguruan Tinggi dengan TPT mencapai 10,80 persen. Angka ini jauh melampaui kelompok pendidikan SMP ke bawah yang mencatatkan TPT terendah, yakni 3,35 persen.

Meskipun TPT sarjana tinggi, secara volume distribusi, kelompok SMA/SMK/sederajat tetap mendominasi struktur pengangguran, yakni mencapai 52,23 persen pada November 2025. Sementara kelompok lulusan SMP ke bawah berkontribusi paling kecil dalam struktur tersebut, yakni 16,43 persen.

Data ini menjadi rapor bagi pemangku kebijakan di Kepulauan Riau untuk mengevaluasi strategi penciptaan lapangan kerja, terutama dalam menjembatani kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.

Baca Juga: 52 Ribu Orang Masih Jadi Pengangguran di Batam, Lulusan SMA Terbanyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait