Ambisi Sang Mantan Mengulang Pertarungan

Isdianto Demokrat
Mantan Gubernur Kepri yang seorang kader Demokrat Isdianto tengah berbincang dengan Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq. (Foto istimewa)

Batam (gokepri.com) – Isdianto punya kendaraan politik baru setelah kalah bertarung di Pilkada Kepri 2020, yakni Partai Demokrat. Mantan Gubernur Provinsi Kepri tersebut menyimpan ambisi untuk bertarung lagi di 2024.

Berlabuhnya Isdianto ke Demokrat diungkapkannya saat hadir pada peresmian kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Karimun, Rabu (28/4/2021). “Terkait dengan sikap politik saya setelah tak jadi gubernur. Alhamdulillah mulai saat ini, Demokrat jadi rumah politik saya,” kata Isdianto dengan seragam biru berlambang bintang mercy.

Bergabung ke Demokratnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Isdianto diiming-iming menempati jabatan Ketua Umum DPD Partai Demokrat Kepri. Jabatan tersebut saat ini ditempati Plt Renanda Bachtar, pasca-ditinggalkan Bupati Bintan Apri Sujadi yang memilih bergabung dengan Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) dengan Ketua Umum Moeldoko.

Sebelumnya, Isdianto mengantongi kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan (PDIP) menjelang pencalonan pada Pilkada Kepri 2020. PDIP kemudian mencabut KTA tersebut pasca-batalnya Isdianto berpasangan dengan Soerya Respationo di Pilgub Kepri. Keduanya akhirnya menjadi rival untuk memperebutkan kursi Kepri 1. Namun gagal, karena akhirnya kursi Kepri 1 justru jatuh ke pangkuan Ansar Ahmad dari Partai Golkar.

Tercampak dari PDIP, Isdianto mengaku banyak mendapat tawaran untuk memimpin partai lain di Kepri. Mulai dari Partai Gerindra, Demokrat, dan PKS. Dari beberapa partai tersebut, Isdianto akhirnya memutuskan untuk memilih Demokrat,

Beragam spekulasi pun berkembang di masyarakat setelah Isdianto merapat ke Partai Demokrat, terutama terkait konstelasi peta politik di Kepri. Salah satunya potensi pertarungan ulang Isdianto versus Ansar pada Pilkada 2024. Isdianto diyakini masih menyimpan ambisi untuk membalas kekalahannya di Pilkada sebelumnya.

Sejumlah pihak dengan berbagai motif kepentingan, menginginkan Isdianto kembali masuk gelanggang politik. Mereka menilai Isdianto masih memiliki pendukung yang solid.

“Tim kami di bawah masih solid dan menginginkan Pak Isdianto bisa mencalonkan lagi sebagai Gubernur Kepri,” ungkap seorang sumber yang dekat dengan Isdianto.

Sementara itu terkait rival Isdianto selain Ansar, ada sejumlah nama yang potensial. Seperti Muhammad Rudi yang merupakan Wali Kota Batam dan Ketua Partai Nasdem Kepri serta Soerya Respationo yang merupakan Ketua PDIP Kepri. Hanya saja nama Soerya meredup seiring kegagalan beruntun dalam beberapa kali kontestasi di Pilgub Kepri.

Masuk Demokrat Kepri, Isdianto dihadapkan dengan sejumlah persoalan. Jika persoalan ini tidak terkelola dengan baik, maka bakal menyulitkan perjalanan politiknya ke depan dan semakin melebarnya friksi serta konflik internal.

Apalagi, jauh sebelum Demokrat mengusung secara resmi Isdianto sebagai calon gubernur di Pilkada Kepri 2020, sejumlah elite Demokrat berusaha “menjegal” pencalonan mantan Gubernur Kepri ini. Mereka merasa telah “ditelikung” oleh Isdianto usai terpilih sebagai wakil gubernur. Sebab beberapa hari setelah menjabat wakil gubernur, Isdianto justru memilih untuk mengenakan seragam PDIP dan ikut kongres partai di Bali. Padahal, Demokrat-lah yang berjuang sejak awal untuk mendudukkan Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri.

Persoalan lainnya adalah perpecahan di Demokrat yang semakin menganga dengan adanya kepengurusan ganda dari hasil KLB. Bahkan, Apri Sujadi yang dua periode memimpin Demokrat Kepri dan berhasil mempertahankan kursi Bupati Bintan untuk periode kedua, juga memilih untuk bergabung dengan Demokrat versi KLB tersebut. Ia tidak sendiri, beberapa orang dekat Apri dan pimpinan Demokrat di kabupaten/kota di Kepri juga ikut pindah, sehingga mayoritas jabatan Ketua DPC Demokrat di Kepri dipegang Plt.

Namun, pilihan Isdianto untuk besar bersama Demokrat sepertinya sudah bulat. Ia mengaku sudah berdiskusi dengan rekan dan keluarga, ditambah abangnya, (Almarhum) Muhammad Sani, mantan Gubernur Kepri yang juga kader Demokrat.

“Saya siap membesarkan Partai Demokrat di Kepri,” tegas Isdianto. (wan)

BAGIKAN