TANJUNGPINANG (gokepri) – Muhammad Darwis (59) seorang warga Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan meregang nyawa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT). Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu, menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Simpang Korindo, Kawal, Bintan, Sabtu (3/8)
Berdasarkan informasi di lapangan, korban tiba di RSUD RAT dengan kondisi luka cukup parah pada pukul 11.00 WIB dan langsung ditangani dokter. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Baca: Polresta Catat 8 Lakalantas Sebabkan Kematian di Tanjungpinang di 2024
Sejak pukul 12.00 WIB, warga asal Sulawesi Selatan yang berhimpun di paguyuban KKSS Kepri ramai mendatangi RSUD RAT untuk memantau perkembangan kecelakaan tersebut. Pelaku yang diketahui merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, bekerja di PT BAI, Galang Batang dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Ia mengendarai mobil Toyota Rush BP 1607 YF.
Kasatlantas Polres Bintan, AKP Khapandi membenarkan kejadian lakalantas tersebut yang menewaskan seorang warga kawal.
“Saya baru dapat informasi adanya insiden lakalantas, anggota menuju ke TKP,” katanya.
Khapandi mengaku belum bisa memberikan informasi lebih lanjut, termasuk kronologinya. Sementara informasi yang beredar, TKP berlangsung di Simpang Korindo Kawal, di mana korban menggunakan sepeda motor saat terjadi tabrakan dengan kendaraan roda empat yang berjalan dari arah Galang Batang.
“Korban menggunakan sepeda motor terjadi tabrakan dengan kendaraan roda empat yang berjalan dari arah Galang Batang,” ucapnya.
Hingga berita ini tayang, Kepolisian masih menggali informasi lebih lanjut soal kecelakaan lalu lintas tersebut.
Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Kepulauan Riau, Ady Indra Pawennari yang saat dikonfirmasi sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia, membenarkan bahwa korban adalah warganya di KKSS Bintan.
“Tadi, saya sudah minta staf saya selesaikan semua biaya penanganannya di rumah sakit sampai pemakaman. Untuk kasus pidananya, saya minta dilaporkan ke polisi agar diusut tuntas karena melibatkan warga negara asing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









