Batam (gokepri) – Hasil hitung sementara KPU menunjukkan keunggulan wajah baru calon anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Berdasarkan hitung nyata atau real count KPU hingga Sabtu 17 Februari 2024 pukul 09.00, dari data masuk 39,2 persen, Golkar unggul 19,79 persen atau meraih 47.406 suara. pada Pileg 2019, Golkar meraih suara terbanyak, 173.998 suara.
Ada dua caleg partai ini yang memperoleh suara banyak yakni Rizki Faisal dan Cen Sui Lan. Selisih suara keduanya tipis. Rizki memperoleh 20.997 suara dan Cen Sui Lan 20.363 suara. Berdasarkan pengamatan gokepri sepanjang Jumat hingga Sabtu pagi, suara mereka kejar-kejaran.
Baca Juga:
- Perhitungan Sementara Suara DPR RI Dapil Kepri: Golkar Unggul, Gerindra Membayangi
- Endipat Wijaya Pimpin Sementara Perolehan Suara DPR RI Dapil Kepri, Caleg Milenial Randi Masuk Empat Besar
Rizki Faisal adalah wajah baru untuk pemilihan calon anggota DPR. Meski begitu, ia adalah politikus senior karena kerap terpilih dalam pemilihan legislatif tingkat daerah. Sekarang, ia menjabat Wakil Ketua I DPRD Kepri. Sedangkan Cen Sui Lan adalah anggota DPR RI aktif dapil Kepri. Pada Pileg 2019, suaranya kalah dari Ansar Ahmad. Namun kemudian Ansar mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepri pada Pilkada 2020. Kursinya digantikan Cen Sui Lan.
Suara partai terbesar setelah Golkar adalah Gerindra. Partai Prabowo Subianto ini memperoleh 34.256 suara atau 14,3 persen. Lagi, caleg Gerindra dengan suara terbanyak adalah wajah baru yakni Endipat Wijaya. Ketua DPP Gerindra itu diutus partainya untuk bertarung di Kepri. Endipat tercatat meraih suara terbanyak berdasarkan calon. Suaranya mencapai 21.435.
Partai berikutnya adalah NasDem. Partai Surya Paloh ini meraih 30.564 suara atau 12,7 persen. Keunggulan wajah baru juga terjadi di NasDem. Suara tertinggi diraih oleh Randi Zulmariadi dengan 16.530 suara. Jauh meninggalkan petahana, Nyat Kadir yang hanya 10.973 suara.
Randi adalah caleg wajah baru. Ia adalah caleg milenial. Putra dari Ketua DPW NasDem Kepri Muhammad Rudi, yang juga Walikota Batam-Kepala BP Batam dan Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina. Ia baru pertama kali terjun ke pentas politik pada Pemilu 2024.
Partai dengan suara terbanyak keempat adalah PDI Perjuangan. PDIP meraih 27.512 suara atau 11,5 persen. PDIP pun berpeluang dapat satu kursi dengan wajah baru, tapi politikus kawakan. Adalah Soerya Respationo. Ia Ketua DPD PDIP Kepri. Mantan wakil gubernur Kepri. Suara Soerya 11.473. Unggul dari petahana, Sturman Panjaitan yang meraih 9.107 suara.
Meski begitu, perolehan suara ini bisa berubah hingga 20 Maret 2024 karena data masuk di website KPU baru sekitar 39 persen. Sesuai Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari sampai dengan 20 Maret 2024.
Di bawah Golkar, Gerindra, NasDem dan PDIP, ada beberapa partai yang berpeluang masuk empat besar. Yakni PKB yang memperoleh 24.906 suara (10,4 persen), PKS 20.290 suara (8,47 persen), Demokrat 16.550 suara (6.91 persen) dan PAN 12.549 (5,24 persen).
Untuk diketahui, pemilihan DPR RI dapil Kepri memperebutkan empat kursi. Pada Pileg 2019, partai yang meraih kursi DPR RI dapil Kepri adalah Golkar, PDIP, NasDem dan Partai Amanat Nasional. Golkar peraih suara terbanyak ketika pemilihan lima tahun lalu dengan meraih 173.998 suara.
Pembagian kursi akan dihitung berdasarkan suara partai terbanyak dengan catatan, partai politik memenuhi ambang batas perolehan suara sebesar 4 persen secara nasional.
Pembagian kursi untuk DPR dan DPRD pada Pemilu 2024 masih menggunakan metode Sainte Lague yang juga digunakan pada 2019 lalu. Setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3, 5, 7 dan seterusnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








