Siswa Turun ke Jalan Dukung MBG, Perlukah?

Siswa dan orang tua mengikuti pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis di Batam.
Ratusan siswa dan orang tua mengikuti pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Kantor Wali Kota Batam, Ahad (21/6/2026). Dewan Pendidikan Kota Batam mengingatkan agar pelibatan peserta didik dalam kegiatan publik tetap mengutamakan perlindungan hak anak. ANTARA/Angiela

JAKARTA (gokepri) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengingatkan agar dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu proses pendidikan di sekolah. Aspirasi terkait program tersebut dinilai penting, tetapi penyampaiannya perlu tetap menempatkan siswa pada fungsi utama mereka sebagai peserta didik.

Pernyataan itu muncul setelah pawai dukungan terhadap keberlanjutan MBG berlangsung di depan Kantor Wali Kota Batam dan DPRD Batam, Kepulauan Riau, Minggu (21/6/2026). Aksi tersebut dihadiri ratusan orang tua dan murid dari berbagai kecamatan di Batam.

Lalu menilai sekolah harus tetap menjadi ruang utama pembelajaran. Karena itu, keterlibatan siswa dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu kegiatan belajar perlu dihindari.

Baca Juga: Dewan Pendidikan Batam: Jangan Mobilisasi Siswa untuk Aksi Dukung MBG

“Jangan sampai gerakan-gerakan seperti itu akan berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar dan mengganggu siswa-siswi kita untuk melaksanakan tugas sesungguhnya mereka yang ada di sekolah,” ujar Lalu di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut dia, aspirasi peserta didik dapat disampaikan melalui mekanisme pendidikan yang tersedia. Kepala sekolah dan guru dapat meneruskan masukan tersebut kepada dinas pendidikan, lalu dikoordinasikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Lalu menegaskan, siswa tidak perlu turun ke jalan untuk menyampaikan dukungan terhadap suatu program pemerintah. Jalur komunikasi melalui sekolah dinilai lebih sesuai dengan fungsi pendidikan.

“Cukup disampaikan melalui pihak sekolah,” kata Lalu.

Ia juga mengaku terkejut mendengar informasi mengenai pawai dukungan MBG yang melibatkan pelajar di Batam. Komisi X meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan fakta serta konteks kegiatan tersebut.

Meski demikian, Lalu memandang aksi tersebut sebagai sinyal adanya kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebagian penerima manfaat MBG diduga cemas apabila program itu tidak berlanjut.

Menurut dia, MBG memiliki manfaat bagi pemenuhan gizi anak dan dapat mendukung proses belajar apabila pengelolaannya berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

“Manfaat MBG ini sebenarnya sangat penting jika dikelola dengan baik,” ujar Lalu.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Batam membenarkan adanya pawai dukungan terhadap keberlanjutan MBG di pusat Kota Batam. Kegiatan itu berlangsung di depan Kantor Wali Kota Batam dan DPRD Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana penyampaian aspirasi para orang tua. Aspirasi itu muncul setelah berkembang kekhawatiran mengenai keberlanjutan program MBG.

Menurut Hendri, MBG merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Program itu juga diharapkan mendukung kesiapan anak dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

“Program ini merupakan program Presiden RI untuk memenuhi gizi bagi anak-anak,” ujar Hendri. ANTARA

Baca Juga: Minta MBG Terus Berlanjut, Relawan di Batam Sampaikan Lima Sikap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait