Bagaimana Rencana 82 Titik Kampung Nelayan Merah Putih di Kepri?

Aktivitas nelayan di pesisir Batam yang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari pemerintah daerah.
Dermaga dan kapal nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih Tanjung Banun Batam, Kepri (5/5/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

TANJUNGPINANG (gokepri) — Sebanyak 82 dari 120 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diusulkan di Kepulauan Riau telah memasuki tahap survei topografi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tahap ini menjadi fondasi penyusunan rancangan teknis pembangunan yang akan menentukan arah pengembangan kawasan pesisir di provinsi kepulauan tersebut.

Program KNMP bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Program ini diproyeksikan menjadi instrumen untuk menata kawasan pesisir secara lebih terpadu sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat nelayan.

Baca Juga: INFOGRAFIS: 65 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung Dibangun

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan survei topografi menjadi syarat utama sebelum penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau rancangan teknis terperinci pembangunan kawasan.

Menurut Ansar, 82 titik yang tengah menjalani survei tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Sebanyak 20 titik berada di Kabupaten Kepulauan Anambas, 18 titik di Kabupaten Lingga, 17 titik di Kabupaten Natuna, 10 titik di Kabupaten Bintan, sembilan titik di Kabupaten Karimun, serta masing-masing empat titik di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

Ansar meminta pemerintah kabupaten dan kota mempercepat penyelesaian persyaratan administrasi serta kelengkapan data yang dibutuhkan untuk mendukung survei.

“Saya berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menggesa percepatan pembangunan KNMP di Kepri,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Selasa (23/6/2026).

Pemprov Kepri juga menyiapkan langkah lanjutan setelah survei rampung. Pemerintah provinsi berencana mengajak seluruh bupati dan wali kota bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan guna membahas percepatan realisasi program tersebut.

Bagi daerah yang 98 persen wilayahnya berupa lautan dan hanya dua persen daratan, pembangunan kawasan pesisir memiliki arti strategis. Ketergantungan masyarakat terhadap sektor kelautan membuat kualitas infrastruktur pesisir berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

Ansar menilai KNMP relevan dengan karakteristik Kepri sebagai wilayah kepulauan. Penataan kawasan pesisir yang lebih terintegrasi dinilai dapat memperkuat produktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman nelayan.

“Dengan penataan yang baik, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat dan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kuat,” kata Ansar.

Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kepulauan Riau Luki Zaiman Prawira mengatakan pemerintah provinsi juga mengusulkan tambahan 18 titik prioritas pembangunan KNMP kepada pemerintah pusat.

Menurut Luki, hingga kini terdapat tiga Kampung Nelayan Merah Putih yang telah rampung dibangun di Kota Batam. Satu lokasi lainnya di Kabupaten Natuna masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan selesai pada Juli 2026.

Program KNMP dirancang sebagai kawasan pesisir terpadu yang mendapat dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Nilai anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 20 miliar untuk setiap kampung nelayan.

Dana tersebut digunakan untuk membangun sarana produksi perikanan seperti dermaga, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, dan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.

Selain itu, pemerintah menyiapkan infrastruktur lingkungan berupa drainase dan instalasi pengolahan air limbah. Sejumlah fasilitas ekonomi juga masuk dalam perencanaan, antara lain sentra kuliner, balai pelatihan, serta kios logistik. ANTARA

Baca Juga: Kesempatan Kerja di Kampung Nelayan, Simak Cara Daftarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait