15 Sekolah di Rempang akan Direlokasi

Warga rempang
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia berdialog dengan warga Rempang, Batam, Minggu 13 Agustus 2023. Foto: Humas BP Batam.

Batam (gokepri) – Pemerintah Kota Batam akan memindahkan setidaknya 15 sekolah di Rempang ke kawasan Galang. Relokasi untuk memuluskan rencana investasi pabrik kaca dan pengembangan Rempang menjadi kawasan industri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto mengungkapkan sudah mengirimkan surat kepada seluruh sekolah tersebut untuk membahas rencana relokasi atau pemindahan sekolah ke kawasan Galang.

Dari data awal, ada tiga SMP negeri dan 12 SD negeri di Rempang. Sementara total sekolah dasar termasuk negeri dan swasta di Kecamatan Galang mencapai 24 sekolah. “Nanti kami petakan lagi,” ujar dia, Kamis 17 Agustus 2023.

Ia menjelaskan berdasarkan informasi sementara, sekolah-sekolah tersebut akan dipindahkan ke Galang. “Kami akan pastikan sarana pembelajaran bisa dipindahkan dan layak untuk peserta didik,” sambung Tri.

Disdik Batam juga berencana membangun sekolah baru pada tahun depan untuk kebutuhan peserta didik yang dipindahkan. “Ada sejumlah sekolah yang akan dibangun tahun depan. Tapi itu menyusul, kami manfaatkan sarana prasarana yang ada punya pemerintah dulu,” kata dia.

Warga yang terdampak dari pembangunan industri kaca di Pulau Rempang, Batam, akan mendapatkan hak-hak, mulai dari rumah hingga beasiswa.

Saat melakukan kunjungan di kawasan Rempang, Batam, pada Minggu (13/8/2023), Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan ia konsolidasi dengan masyarakat terdampak di kawasan tersebut untuk memberikan pengertian bahwa proyek pembangunan industri kaca ini harus tetap berjalan, tentunya dengan pemenuhan hak-hak bagi masyarakat terdampak.

Tempat tinggal masyarakat tersebut juga akan direlokasi karena masuk dalam master plan pembangunan industri ini. Lokasi relokasi juga sudah disediakan oleh pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kami sediakan sarana dan prasarana yang layak bagi masyarakat seperti jalan menuju ke pantai serta pelabuhan nelayannya juga,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (15/8/2023).

Bahlil mengatakan setiap masyarakat terdampak nantinya akan memperoleh hunian tipe 45 di atas tanah seluas 200 m2. Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah bagi masyarakat di Kawasan Rempang di masa yang akan mendatang, putra-putri masyarakat terdampak akan diberikan beasiswa sekolah kejuruan yang sesuai.

Selain itu, bagi putra-putri yang memiliki potensi lebih, pemerintah akan mendorong perusahaan BP Batam untuk memfasilitasi beasiswa hingga ke luar negeri.

Pada Juli 2023 lalu, Bahlil telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) pemerintah dengan Xinyi Group untuk pembangunan industry kaca terintegrasi di Kawasan Rempang Eco-City yang terletak di Batam, Kepulauan Riau.

Xinyi Group merupakan salah satu perusahaan industri kaca dan solar panel terbesar di dunia, yang berlokasi di kota Wuhu, China. Adanya pembangunan di Batam tersebut, akan menjadikan Indonesia sebagai pabrik kaca terbesar kedua di dunia.

Total investasi yang akan mengalir ke proyek di Kawasan Rempang ini sekitar USD11,5 miliar dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 35.000 orang.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Warga Terdampak Investasi di Rempang Dapat Rumah hingga Beasiswa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait