Panas-Dingin Ansar dan Rudi

Ansar dan Rudi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Walikota Batam Muhammad Rudi saat peresmian Masjid Tanjak di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat 24 Juni 2022. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Hubungan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Walikota Batam Muhammad Rudi memanas gara-gara pembagian insentif RT/RW oleh Pemprov Kepri. Menunjukkan kentalnya persaingan merebut simpati masyarakat jelang 2024.

Ansar Ahmad heran pembagian insentif RT/RW yang ia serahkan langsung tidak dihadiri satu pun pejabat Pemko Batam pada 21 Juni 2022 lalu di sebuah hotel di bilangan Golden Prawn Bengkong.

Pembagian insentif RT/RW merupakan bentuk apresiasi Gubernur Kepri kepada RT/RW yang terus menjadi penggerak masyarakat di lapisan bawah.

HBRL

Selain itu, pemberian insentif kepada RT dan RW tersebut, sebagai pengganti janji bersama Wagub Kepri Marlin Agustina saat kampanye di Pilgub Kepri 2020, tentang sepeda motor kepada seluruh ketua RT dan RW di Provinsi Kepri.

Ansar bilang berdasarkan konsultasinya dengan Kemendagri, pemerintah pusat melarang pemberian sepeda motor kepada ketua RT dan RW se-Kepri, dengan alasan masalah aset milik daerah.

Oleh karena itu, lanjut Ansar, janji tersebut diganti dengan pemberian insentif sebesar Rp1,2 juta selama satu tahun kepada seluruh ketua RT dan RW di Provinsi Kepri.

Keluhan Gubernur ini sebenarnya bukan baru-baru ini disampaikan, melainkan sudah lama. Ditarik ke belakang, Ansar juga pernah bilang bahwa dirinya heran dengan seluruh pejabat Pemko Batam. Bahkan sekelas camat dan lurah pun tak hadir saat ia ada kegiatan di Batam.

Selain pejabat pemko Ansar juga menyindir Wakilnya sendiri Marlin Agustina Rudi, yang hanya sibuk menemani Muhammad Rudi.

“Pejabat pemko sibuk tidak pernah hadir. Kami sudah undang bahkan saya sudah telepon. Kepada dinas kami juga sudah menghadap beliau (Walikota Batam Muhammad Rudi) untuk minta jadwal, kami berikan jadwalnya. Mungkin beliau ada kesibukan lain, kan beliau juga ex-officio Kepala BP Batam,” kata Ansar beberapa waktu lalu.

Meski begitu, pada pembagian insentif RT/RW tetap berjalan walaupun tanpa pejabat Pemko Batam.

Pernyataan Muhammad Rudi bertolak belakang. Ia mengaku tidak pernah diundang oleh Pemprov Kepri untuk kegiatan pembagian insentif RT/RW. Ia mengaku undangan yang ia terima adalah permohonan data RT/RW.

“Saya tidak diundang, undangan itu untuk untuk meminta data RT/RW,” kata Rudi.

Mantan polisi itu mengapresiasi langkah Pemprov Kepri untuk membantu masyarakat. Namun, kata dia, secara teknis di lapangan harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kalau ada progam seperti itu ya kita duduk bersama. Karena ini wilayah kerja kami tapi itu tidak dilakukan. Langsung memanggil forum FKTW,” kata Rudi.

Cara yang dilakukan Ansar dengan membagikan insentif ke RT/RW juga dilakukan oleh Muhammad Rudi. Terbaru, insentif RT/RW triwulan kedua telah diberikan oleh Pemko Batam.

Rudi mengatakan insentif yang diberikan Pemko Batam tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi dan ucapan terimakasih dari pemerintah kepada RT dan RW, yang selama ini melayani masyarakat dengan baik.

“Meski pendapatan Pemko Batam turun karena Covid-19, tapi bapak ibu RT/RW tenang saja karena insentif yang selama ini diberikan tidak akan dikurangi,” kata Rudi.

Bahkan kata Rudi, dengan semakin terkendalinya Covid-19 saat ini dan perekonomian yang semakin membaik, tidak menutup kemungkinan insentif RT/RW untuk tahun depan akan ditambah.

Keduanya melakukan cara yang sama untuk mencari simpati masyarakat. Pada Jumat 24 Juni 2022 lalu, tepatnya saat peresmian Masjid Tanjak dan Peresmian Bandara Internasional Batam (PT BIB) sebagai pengelola dan pengoperasi Bandara Hang Nadim Batam yang dihadiri langsung oleh Menkoperekonomian Airlangga Hartarto kedua kepada daerah itu hadir bersama tapi tak berdekatan.

Rudi sibuk berbincang dengan Airlangga Hartarto sementara Ansar hanya berjalan di belakang sembari bergurau dengan sejumlah staf Pemrov. Pada saat Peresmian Bandara Internasional Batam (PT BIB) gantian Ansar yang berbincang dengan Airlangga Hartarto sementara Rudi berada jauh di belakang rombongan. Sampai acara selesai pun awak media tidak melihat keduanya saling berbicara.

Mundur ke belakang sedikit, saat pelepasan Calon Jemaah Haji (CHJ). Rudi memberikan uang saku sebesar Rp1 juta dan perbekalan untuk para CHJ.

Tak mau kalah keesokan harinya Ansar pun berikan uang saku sebesar Rp100 ribu dan kue mue khas Kepri.

Berdasarkan kacamata akademisi Robby Patria ketidakharmonisan hubungan Walikota Batam Muhammad Rudi dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad hari ini karena keduanya sudah siap-siap akan berhadapan di Pilkada Kepri 2024.

Menurut dia, kedua kepala daerah itu, perlu untuk mendapatkan perhatian masyarakat. Meski begitu, kata Robby, sebaiknya kedua belah pihak sama-sama melaksanakan janji kampanye di dalam visi dan misi mereka saat kampanye menjadi kepala daerah. Sebab, ia menilai pilkada 2024 masih lama. Ia meminta kedua kepala daerah itu fokus terhadap pembangunan daerah.

Dia menyebutkan sebaiknya kepala daerah tak perlu curhat-curhat di depan publik. Karena mereka sebagai kepala daerah harusnya sudah jelas tugasnya membuat masyarakat Kepulauan Riau sejahtera.

“Tak usah curhat-curhat dan klaim mengklaim sudah melakukan pembangunan, padahal bukan dia yang kerja. Karena ada saatnya nanti masa kampanye pilkada 2024. Saat ini yang penting bekerja saja sesuai dengan tugas dan wewenang yang ada. Tidak usah kerja orang lain diakui sebagai kerja sendiri. Sekarang masyarakat perlu hal nyata misalnya pembangunan infrastruktur, kemudian upaya mengurangi kemiskinan masyarakat,” kata kandidat doktor dari University Tun Hussien Onn, Robby Patria.

Dia menyebutkan, kondisi persaingan antara Rudi dan Ansar mulai nampak terbuka di depan umum karena sama sama akan bertanding di kontestasi pilkada 2024.

“Sepertinya sulit untuk disatukan kedua tokoh tersebut. Apalagi keduanya tokoh partai yang sama sama ingin menjadi gubernur. Rudi habis periode di walikota Batam. Sementara Ansar ingin dua periode,” katanya.

Penulis: Engesti

Pos terkait