Bintan (gokepri.com) – Aktivitas naik dan turun penumpang ke kapal cepat (speedboat) di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, dilakukan melalui tangga. Kondisi ini berlangsung pasca-ambruknya ponton pelabuhan tersebut pada Jumat (29/1/2021). Enam orang tercebur ke laut akibat robohnya penghubung pelantar pelabuhan tersebut.
“Saat ini tangga turun dan naik penumpang tinggal satu di pelabuhan ini, keadaannya kurang memungkinkan kalau terus begini. Untuk menjaga yang tidak diinginkan, perbaikan ponton harus segera dilaksanakan,” ujar Kepala Bidang Kepelabuhanan Dishub Provinsi Kepri, Azis.
Komisi III DPRD Kepri meninjau kondisi pelabuhan pasca-ambruknya ponton, Kamis (4/2/2021). Di hadapan rombongan Komisi III, Azis menyampaikan akan segera melakukan pengerjaan perbaikan ponton.
“Kemungkinan akan menggunakan dana tanggap bencana darurat yang segera diupayakan oleh Pemprov Kepri,” katanya.
Baca juga: KMP Bahtera Nusantara Berlayar Sebelum Lebaran, Siap Layani Rute Tanjunguban-Sintete
Guna memaksimalkan aktivitas penumpang kapal, pengelola pelabuhan telah mengatur secara bergantian proses kaluar dan masuk penumpang. Pengelola menyiagakan petugas untuk memantau aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Pengaturan ini untuk menghindari penumpukan dan menjamin keselamatan penumpang selama di pelabuhan. Selama ini, Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, melayani para penumpang tujuan Batam-Tanjunguban dan sebaliknya. (wan)







