Pemerintah percepat koordinasi evakuasi kapal MT Silver Sincere. Ancaman pelayaran dan lingkungan membesar.
JAKARTA (gokepri) — Lebih dari satu tahun setelah tenggelam di perairan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, bangkai kapal tanker MT Silver Sincere belum juga dievakuasi. Kondisi itu memunculkan ancaman terhadap keselamatan pelayaran, infrastruktur bawah laut, dan lingkungan. Pemerintah kini mempercepat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Semakin lama bangkai kapal dibiarkan di dasar laut, semakin besar pula risikonya. Hasil survei menunjukkan bangkai MT Silver Sincere telah bergeser sekitar 13 mil laut dari lokasi awal tenggelam sehingga meningkatkan ancaman bagi aktivitas pelayaran.
Baca Juga:
- Setelah Penyelamatan Dramatis, Empat Kru Kapal MT Silver Sincere Diserahkan ke KSOP
- KN Sarotama Evakuasi Kru Kapal Tanker Bocor di Tanjung Berakit
Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (14/7/2026). Fokus pembahasan bukan sekadar mengangkat bangkai kapal, tetapi juga memastikan evakuasi berlangsung tanpa memicu kerusakan lingkungan laut.
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam Mayor Jenderal TNI Purwito Hadi Wardhono mengatakan percepatan penanganan menjadi kebutuhan mendesak mengingat dampaknya menyangkut keselamatan pelayaran dan kepentingan nasional.
“Kami berupaya mempercepat penanganan bangkai kapal MT Silver Sincere, sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, lingkungan laut, dan kepentingan nasional,” ujar Purwito dalam siaran pers Kemenko Polkam, Rabu (15/7/2026).
Menurut Purwito, penanganan bangkai kapal di laut melibatkan banyak kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan berbeda. Karena itu, pembagian tugas harus jelas agar proses evakuasi tidak terhambat oleh tumpang tindih kewenangan.
Pemerintah bahkan menilai pengalaman menangani MT Silver Sincere dapat menjadi model penanganan kapal asing yang tenggelam di wilayah perairan Indonesia. Namun, hingga kini pemerintah belum mengungkap metode evakuasi, jadwal pekerjaan, maupun instansi yang akan memimpin operasi di lapangan.
MT Silver Sincere tenggelam di perairan Kabupaten Bintan pada 12 Januari 2025. Kapal tanker itu mengangkut sekitar 1.000 ton limbah minyak (waste oil).
Berdasarkan verifikasi Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), lokasi tenggelam kapal berada di wilayah perairan Indonesia. Setelah beberapa survei, bangkai kapal baru ditemukan pada Maret 2025.
Hasil survei menunjukkan posisi bangkai kapal telah bergeser sekitar 13 mil laut dari lokasi awal. Pergeseran itu meningkatkan potensi gangguan terhadap jalur pelayaran, kabel bawah laut, serta infrastruktur lain yang berada di dasar perairan.
Selain ancaman bagi navigasi, muatan limbah minyak di dalam kapal juga menjadi perhatian. Selama bangkai kapal belum diangkat, potensi pencemaran laut tetap menjadi risiko yang harus diantisipasi apabila terjadi kebocoran. ANTARA
Baca Juga: Bantu Evakuasi Kapal Tanker Tenggelam, MV Intan Daya 368 dapat Penghargaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









