TANJUNGPINANG (gokepri) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau mempercepat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Bintan menjelang Tour de Bintan 2026. Pembenahan infrastruktur itu dinilai penting untuk menjamin keselamatan peserta sekaligus menjaga citra Bintan sebagai destinasi olahraga wisata bertaraf internasional.
Ajang balap sepeda internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di kawasan Lagoi Bay, Bintan Resorts. Sekitar 700 pesepeda dari berbagai negara ditargetkan mengikuti perlombaan yang telah menjadi agenda tahunan olahraga wisata unggulan Kepulauan Riau.
Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada penyelenggaraan lomba, tetapi juga kualitas jalur yang akan dilintasi peserta. Kondisi jalan menjadi salah satu faktor utama dalam menjamin keamanan pesepeda, terutama pada rute jarak jauh yang melintasi sejumlah kawasan di Pulau Bintan.
Baca Juga: Menjelajahi Bintan dari Jalur Sepeda hingga Kenduri Durian
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pemeliharaan jalan menjadi perhatian serius karena ratusan peserta dari berbagai negara akan menggunakan jalur tersebut selama perlombaan.
“Pemeliharaan jalan tidak hanya bertujuan mempercantik jalur perlombaan, tetapi juga faktor penting dalam menjamin keamanan dan kenyamanan peserta lomba Tour de Bintan,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Sabtu (13/6/2026).
Salah satu pekerjaan yang tengah dikebut ialah perbaikan dua jembatan di Jalan Lintas Barat Bintan, yakni Jembatan Ekang dan Jembatan Anculai. Kedua jembatan tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas jalur yang akan digunakan peserta.

Kepala BPJN Kepulauan Riau Soendiarto mengatakan perbaikan oprit kedua jembatan itu ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Tour de Bintan pada Agustus mendatang. BPJN juga mempercepat pekerjaan melalui penambahan alat, tenaga kerja, serta jam kerja efektif di lapangan.
“Kami optimistis pekerjaan dapat selesai lebih cepat,” kata Soendiarto.
Menurut dia, percepatan pekerjaan diperlukan agar seluruh infrastruktur pendukung siap digunakan sebelum peserta mulai menjajal rute perlombaan. Selain mendukung kelancaran ajang olahraga, infrastruktur yang lebih baik juga memberi manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Bintan.
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan menuturkan Tour de Bintan merupakan salah satu instrumen penting untuk memperkuat sektor sport tourism daerah. Kehadiran ratusan peserta mancanegara diharapkan memberi dampak ekonomi melalui peningkatan okupansi hotel, kunjungan wisata, serta aktivitas usaha masyarakat.
Tahun ini, penyelenggara membuka sejumlah kategori lomba. Kategori utama ialah Union Cycliste Internationale (UCI) 1.2 Point Race, yakni perlombaan resmi yang memberikan poin peringkat internasional kepada peserta. Selain itu tersedia kategori Gran Fondo Classic 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, Gran Fondo Challenge 70 kilometer, Gran Fondo Discovery 45 kilometer, serta Individual Time Trial 17 kilometer.
Mayoritas peserta diperkirakan berasal dari negara-negara Asia dan Eropa. Mereka akan melintasi sejumlah kawasan yang menampilkan lanskap khas Pulau Bintan, mulai dari pesisir pantai, kawasan permukiman hingga tepian hutan. ANTARA
Baca Juga: Tour de Bintan Hidupkan Industri Perhotelan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









