Kemenpar mengajak agen perjalanan Australia menjajal wisata gastronomi. Mmemacu ekonomi lokal.
JAKARTA (gokepri) – Kementerian Pariwisata memikat agen perjalanan Australia melalui wisata gastronomi di Yogyakarta dan Bali. Strategi ini bertujuan menciptakan paket wisata baru. Pengalaman kuliner mendalam ini penting untuk memacu perputaran ekonomi warga lokal.
Pemerintah membidik pasar Australia lewat program Familiarization Trip. Acara ini mengusung tema “Plate of Paradise”. Perjalanan berlangsung sejak 30 September hingga 6 Oktober 2026. Tujuannya memperkuat program Wonderful Indonesia Gastronomy di Solo dan Yogyakarta. Program utama ini bergulir pada 26 September hingga 4 Oktober 2026. Empat perwakilan agen Australia hadir langsung. Mereka menjelajahi kekayaan budaya dan kuliner Nusantara.
Perjalanan bermula di Yogyakarta. Para tamu mampir ke Bhumi Bhuvana. Mereka menikmati sajian BOJA – The Magic Table. Menu ini menceritakan sejarah kekayaan rempah Nusantara. Selanjutnya, rombongan singgah ke 7 Clover Coffee. Tempat ini mengenalkan karakter unik kopi khas Indonesia. Malam harinya, mereka menyantap hidangan di Mediterranea Restaurant by Kamil.
Baca Juga: Menikmati Sajian Gastro ala Cuca di Batam Marriott Hotel Harbour Bay
Esoknya, peserta menyambut rona matahari terbit di Candi Borobudur. Mereka lalu sarapan di Manohara Borobudur Cultural Center. Rombongan juga mencicipi resep warisan Keraton Yogyakarta di Bale Raos. Selain itu, pemerintah merancang jamuan makan malam khusus. Acara di Sekar Kedhaton ini menghadirkan Werkudara Group dan Garuda Indonesia.
Hidangan tradisional Jawa menemani proses pembentukan jejaring bisnis ini. Jadwal di Yogyakarta tidak hanya berisi agenda kuliner. Rombongan juga singgah ke kawasan wisata Malioboro. Setelah itu, mereka menikmati relaksasi spa di Garrya Bianti.
Menyelami Filosofi Kuliner Bali
Petualangan berlanjut ke Pulau Dewata. Peserta mencoba pengalaman multi-sensori The Source 2.0. Acara di Locavore NXT ini mengenalkan kekayaan bahan pangan lokal. Kemudian, mereka mengikuti kelas memasak khusus di Paon Bali. Kelas ini mengajarkan teknik pengolahan dan filosofi kuliner tradisional. Rombongan juga menyantap beragam masakan di Nusantara by Locavore.
Selain urusan perut, peserta menjajal sesi pemulihan tubuh. Mereka mendatangi fasilitas kesehatan Om Ham Retreat. Rombongan lalu bermain arung jeram di aliran Sungai Ayung. Siang harinya, mereka menikmati menu vegan segar di Moksa Ubud.
Sore menjelang, rombongan bergeser ke Potato Head Beach Club. Mereka melihat pemandangan matahari terbenam sambil menyantap makan malam. Perjalanan kuliner ini berlanjut ke restoran Merah Putih. Peserta juga meninjau tempat pengolahan anggur di Hatten Wines. Terakhir, mereka berkunjung ke kawasan pesisir Kuta.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan targetnya. “Pengalaman langsung ini memacu agen Australia merancang produk perjalanan gastronomi Indonesia,” ujar Ni Made.
Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat kolaborasi antarlembaga. Sinergi dengan maskapai dan pengelola destinasi sangat penting. Tujuannya menghadirkan produk wisata yang berdaya saing tinggi. Langkah strategis ini pasti memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. ANTARA
Baca Juga: Saat Kuliner Menjadi Alasan Wisman Datang ke Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







