Sejauh Mana Perluasan Jaringan Gas Rumah Tangga di Batam?

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama pejabat Kementerian ESDM dan PGN meninjau infrastruktur jaringan gas rumah tangga di Gresik.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono dan Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta meninjau fasilitas jaringan gas (jargas) di Gresik, Jawa Timur, Senin (21/9/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan kesiapan pengoperasian jargas APBN TA 2025-2026 guna mendukung swasembada energi dan menekan impor LPG. Foto: PGN

PGN baru merealisasikan 28,13 persen target sambungan rumah tangga. Kebutuhan gas sektor ini relatif kecil dibandingkan industri dan pembangkit listrik.

BATAM (gokepri) – Sebanyak 2.813 pelanggan rumah tangga di Batam telah menikmati aliran gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) hingga 20 Oktober 2026. Perusahaan masih harus menambah 7.187 sambungan rumah (SR) untuk mencapai target 10.000 sambungan sepanjang tahun ini.

Area Head PGN Batam Wendi Purwanto mengatakan perusahaan terus mengejar pembangunan jaringan gas rumah tangga hingga akhir tahun. Namun, realisasi yang baru mencapai 28,13 persen menunjukkan masih besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.

“Target tahun 2026 itu 10.000 SR. Kami tetap kejar tahun ini,” kata Wendi di Batam, Kamis 22 Oktober 2026, dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Target Jaringan Gas Rumah Tangga Bertambah, Pendanaan Disiapkan

Jaringan gas rumah tangga PGN telah menjangkau sejumlah perumahan di tiga kecamatan, yakni Batam Kota, Batu Aji, dan Sagulung. Sebaran tersebut menunjukkan perluasan layanan mulai masuk ke berbagai kawasan permukiman di Batam.

Di Kecamatan Batam Kota, jaringan gas menjangkau Perumahan Mediterania, Centra Melati dan Sakina, Kopkar PLN, Bukit Palem, Villa Sugi Raya, Legenda Bali, serta Taman Pesona Indah. Adapun di Kecamatan Batu Aji, jaringan tersedia di Perumahan Taman Pesona Indah, Pendawa Asri, serta Muka Kuning Indah I yang mencakup RW 04, 05, 06, dan 07.

Di Kecamatan Sagulung, jaringan gas menjangkau Perumahan Griya Sagulung Permai, Griya Permata RW 09 dan RW 10, Parisa Indah, Aviari Garden 1 dan 2, Air Mas Plaza, Batu Aji Residence, serta Rexvin Residence. Daftar kawasan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan jaringan bertumpu pada permukiman yang telah masuk dalam jangkauan infrastruktur PGN.

Perluasan pelanggan rumah tangga juga berlangsung dalam sistem distribusi gas yang melayani kebutuhan energi berskala jauh lebih besar. PGN menyalurkan sekitar 100 billion British thermal units per day (BBTUD) gas di Batam, sedangkan kebutuhan sekitar 9.000 pelanggan rumah tangga tercatat sekitar 0,1 BBTUD.

Perbedaan volume itu membuat tambahan pelanggan rumah tangga relatif kecil dibandingkan kebutuhan industri dan pembangkit listrik. Wendi memperkirakan pencapaian target 10.000 sambungan rumah membutuhkan tambahan pasokan sekitar 0,1–0,2 BBTUD.

Ads bp batam 2026 baru

“Pemakaian gas rumah tangga rata-rata berkisar 10–20 meter kubik (m³),” kata Wendi.

Pasokan gas PGN di Batam berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera, yakni Wilayah Kerja (WK) Corridor, Jadestone, dan Jambi Merang. Gas tersebut disalurkan melalui pipa transmisi Grissik–Singapura sebelum masuk ke sistem distribusi di Batam.

Jaringan gas PGN di Batam membentang sepanjang 273 kilometer. Infrastruktur ini tidak hanya melayani rumah tangga, tetapi juga menopang pasokan energi bagi kawasan industri dan pembangkit listrik.

Jaringan tersebut menghubungkan sejumlah kawasan strategis, antara lain Muka Kuning, Batu Ampar, Kabil, Eco Green, dan wilayah sekitar Bandara Hang Nadim. Peran tersebut membuat keandalan jaringan gas berpengaruh terhadap distribusi energi bagi berbagai kegiatan ekonomi di Batam.

Wendi mengatakan pipa utama harus terlindungi dari gangguan karena sistem tersebut beroperasi selama 24 jam. Gangguan pada jaringan utama berpotensi memengaruhi penyaluran gas kepada pelanggan di berbagai sektor.

“Sistem ini bukan sekadar pipa bawah tanah biasa. Ini merupakan jaringan utama yang sangat vital,” ujar Wendi.

Sebelum gas mengalir ke pelanggan, PGN menurunkan tekanan dari sekitar 40 bar menjadi 16 bar. Setelah melewati tahap tersebut, gas didistribusikan kepada pelanggan industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga.

Secara nasional, PGN telah membangun dan mengelola jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah. Hingga 2025, jargas PGN menjangkau lebih dari 821.000 rumah tangga di 18 provinsi serta 74 kota dan kabupaten.

Selain itu, PGN mengoperasikan jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi sepanjang lebih dari 33.500 kilometer. Sekitar 19.700 kilometer di antaranya merupakan pipa jaringan gas rumah tangga.

Pendanaan Jargas

Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham mengatakan, pengembangan jargas di Batam mencerminkan komitmen perseroan dalam menyediakan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. “Setelah implementasi di Batam berjalan dan dilakukan evaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya,” ujar Aldiansyah—akrab disapa Aldi—dalam keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).

Pengembangan jargas di Batam juga sejalan dengan arahan Danantara kepada PGN untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas, atau pengolahan serta distribusi gas hingga ke konsumen akhir. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya menegaskan bahwa pipanisasi gas rumah tangga akan menjadi salah satu prioritas mulai tahun ini.

Menurut Dony, fokus tersebut merupakan bagian dari dukungan BUMN terhadap tiga agenda strategis pemerintah: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia. “Di sektor energi, seperti PGN, arahnya jelas: bergerak di midstream dan downstream, bukan upstream lagi,” kata Dony, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, pengembangan jaringan gas rumah tangga dinilai efektif untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, terutama dalam menekan impor dan subsidi LPG. Batam dipilih sebagai lokasi uji coba sebelum program diperluas ke empat kota lainnya.

Dari sisi pendanaan, proyek jargas ini masuk dalam rencana belanja modal PGN tahun 2026 sebesar US$353 juta. Sekitar 62 persen dari total capex tersebut dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream, dan lini bisnis terkait lainnya.

Aldi berharap, pengembangan jaringan gas rumah tangga tidak hanya memperluas akses energi bersih bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi serta mempercepat agenda transisi energi nasional.

Baca Juga: Siapa Mau Bangun Jargas Rumah Tangga di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait