Batam Sangat Rentan Jika Pasokan Listrik Tidak Stabil

Roni Jaya Putra, S.H., M.H. (istimewa)
  • Oleh: Roni Jaya Putra, S.H., M.H., Praktisi Hukum dan Perbankan di Kepri

Batam merupakan salah satu kawasan strategis bagi pertumbuhan industri, perdagangan, dan investasi di Indonesia. Namun, ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan listrik membuat Batam sangat rentan ketika terjadi pemadaman listrik.

Bayangkan jika listrik padam dalam waktu yang cukup lama. Aktivitas industri dapat terhenti, proses produksi terganggu, pelayanan bisnis lumpuh, pelaku UMKM mengalami kerugian, dan masyarakat ikut merasakan dampaknya. Jika kondisi ini terjadi berulang kali, bukan hanya perekonomian yang terancam, tetapi juga kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan kesiapan infrastruktur di Batam.

Investor membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji. Mereka membutuhkan pasokan listrik yang andal, infrastruktur yang memadai, serta penanganan gangguan yang cepat dan transparan.

Pemerintah dan pihak penyedia listrik harus menjadikan persoalan ini sebagai perhatian serius. Evaluasi sistem kelistrikan, penguatan jaringan, penyediaan cadangan daya, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat dan dunia usaha perlu menjadi prioritas.

Jangan sampai Batam yang memiliki potensi besar sebagai kawasan industri dan investasi justru kehilangan daya saing akibat persoalan mendasar seperti pasokan listrik.

Batam membutuhkan listrik yang andal untuk menjaga roda perekonomian tetap berputar dan mempertahankan kepercayaan investor.

Karena pada akhirnya, kepercayaan investor dibangun melalui kepastian, kesiapan infrastruktur, dan kemampuan menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi.*

Pos terkait