BATAM (gokepri) – PLN Batam membantah informasi mengenai pemadaman listrik terencana selama tiga hari, pada 12–14 Oktober 2026, serta pembatasan nyala listrik hanya enam jam. Klarifikasi itu disampaikan setelah gangguan sistem kelistrikan Batam–Bintan pada Senin (12/10) menyebabkan pemadaman meluas dan pemulihan pasokan secara bertahap.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono menegaskan perusahaan tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi mengenai pemadaman terencana selama tiga hari maupun pembatasan nyala listrik enam jam. Informasi yang beredar melalui media sosial dan pesan berantai tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks.
Dalam pernyataan tertanggal 13 Oktober 2026, PLN Batam menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan pemulihan sistem kelistrikan melalui kanal resmi perusahaan. Masyarakat diminta memeriksa sumber informasi sebelum meneruskan pesan yang beredar.
Baca Juga: PLN Batam Pulihkan Listrik Bertahap, Tujuh Wilayah Kembali Menyala
Sementara itu, pemulihan pasokan listrik Batam–Bintan menunjukkan kemajuan hingga Selasa dini hari. Berdasarkan infografis kelistrikan PLN Batam per pukul 04.00 WIB, sebanyak 406.083 dari 411.219 pelanggan terdampak telah kembali mendapat pasokan listrik atau sekitar 98,8 persen.
Masih ada 5.127 pelanggan yang mengalami pemadaman. Dari sisi beban listrik, sebanyak 496,7 megawatt dari total 501,8 megawatt yang terdampak telah kembali menyala, setara sekitar 99 persen.
Data PLN Batam juga mencatat seluruh 11 gardu induk dan 12 jaringan transmisi telah kembali beroperasi. Namun, masih terdapat satu penyulang dalam proses perbaikan pada gardu distribusi.

Sebelumnya, Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama mengatakan listrik mulai menyala secara bertahap di sejumlah kawasan pada Senin malam, sekitar pukul 17.30 hingga 22.00 WIB. Wilayah yang dilaporkan mulai kembali mendapat pasokan antara lain Batam Centre, sebagian Tiban, Batuaji, Sagulung, Punggur, Batu Ampar, dan Baloi.
Pemulihan belum langsung merata karena PLN menormalkan jaringan secara bertahap untuk menjaga kestabilan sistem interkoneksi Batam–Bintan. Akibatnya, sejumlah blok perumahan masih mengalami pemadaman, sementara sebagian wilayah lain menghadapi kondisi listrik yang berulang kali menyala dan padam.
Dalam laporan gangguan kelistrikan yang beredar, gangguan pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 06.37 WIB disebut memiliki indikasi awal terkait masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Informasi tersebut masih berupa dugaan awal dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan final penyebab gangguan.
PLN Batam juga mengklarifikasi informasi mengenai gangguan internet akibat kerusakan kabel bawah laut Singapura–Batam. Menurut perusahaan, gangguan layanan internet tersebut tidak berkaitan dengan gangguan maupun proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam.
PLN mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan melalui kanal media sosial resmi perusahaan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perusahaan menyatakan akan menyampaikan pembaruan penanganan berdasarkan kondisi lapangan dan informasi yang telah diverifikasi.
Baca Juga: Pembangkit Baru Solusinya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






