Hoaks Pemadaman Listrik Beredar, Warga Batam Diminta Waspada

Gardu listrik tegangan tinggi PLN Batam di area publik jalanan kota.
Gardu distribusi kelistrikan milik PT PLN Batam. PLN Batam meminta masyarakat ikut mengawasi dan melarang keras aktivitas pembongkaran gardu secara liar demi menghindari risiko sengatan arus tegangan tinggi. Foto: PLN Batam

Pesan berantai menyebut listrik akan padam selama tiga hari dan dibatasi enam jam. PLN Batam menegaskan informasi itu tidak benar.

BATAM (gokepri) — Kabar pemadaman listrik selama tiga hari berturut-turut dan pembatasan nyala listrik hanya enam jam beredar di media sosial dan aplikasi percakapan. PLN Batam membantah pernah mengeluarkan pengumuman tersebut, sementara Pemko Batam meminta masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing pesan berantai yang belum terverifikasi. Ia meminta warga mengutamakan informasi dari sumber resmi, terutama saat petugas masih memulihkan sistem kelistrikan. “Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan jangan langsung meneruskan pesan berantai yang belum terverifikasi,” ujar Rudi, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Listrik Batam Pulih, PLN Siapkan Kompensasi bagi Pelanggan

PLN Batam melalui keterangan tertanggal 13 Oktober 2026 menegaskan perusahaan tidak pernah mengumumkan pemadaman listrik terencana selama tiga hari berturut-turut maupun pembatasan nyala listrik selama enam jam. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap pesan tersebut sebagai pemberitahuan resmi perusahaan.

Di tengah beredarnya kabar itu, pemulihan pasokan listrik di Batam masih berlangsung. Berdasarkan infografis PLN Batam untuk periode pukul 04.00–05.00 WIB pada Selasa, sebanyak 406.083 dari total 411.219 pelanggan terdampak telah kembali menikmati aliran listrik.

Infografis tersebut mencatat 5.127 pelanggan masih terdampak dan menunggu pemulihan. Namun, angka itu perlu dikonfirmasi kepada PLN Batam karena selisih total pelanggan terdampak dan pelanggan yang telah pulih mencapai 5.136 pelanggan.

Foto: PLN Batam

Dari sisi beban listrik, sebanyak 496,7 megawatt (MW) dari total 501,8 MW yang terdampak telah kembali menyala. Pemulihan tersebut setara dengan sekitar 99 persen dari total beban listrik yang sebelumnya mengalami gangguan.

PLN Batam juga mencatat seluruh 11 gardu induk dan 12 jaringan transmisi yang terdampak telah kembali beroperasi. Meski demikian, satu penyulang pada jaringan distribusi masih dalam proses perbaikan.

Penyulang merupakan bagian jaringan distribusi yang menyalurkan listrik dari gardu menuju wilayah pelanggan. Karena itu, pemulihan gardu induk dan jaringan transmisi tidak serta-merta berarti seluruh pelanggan telah kembali menikmati pasokan listrik.

Ads bp batam 2026 baru

Rudi mengatakan masyarakat perlu menyikapi gangguan pasokan listrik dengan bijak sembari mengikuti perkembangan penanganan dari pihak berwenang. Petugas teknis PLN Batam masih menangani bagian jaringan yang belum pulih secara bertahap.

PLN Batam menyatakan akan menyampaikan pembaruan mengenai pemulihan sistem kelistrikan secara transparan dan akurat. Masyarakat dapat memantau informasi melalui akun media sosial resmi perusahaan yang terverifikasi dan situs web www.plnbatam.com.

Diskominfo Batam juga mengajak warga memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya. Jika menerima informasi yang meragukan, masyarakat sebaiknya mengecek pengumuman resmi PLN Batam daripada meneruskan pesan yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Baca Juga: Listrik Padam Total di Pulau Bintan, PLN Pulihkan Bertahap

Pos terkait