BATAM (gokepri) — Pemulihan pasokan listrik Batam–Bintan mencapai 99 persen pada Selasa (13/10) pukul 04.00 WIB, sehari setelah blackout meluas sejak pukul 06.30 WIB. Namun, PLN Batam masih mencatat 5.127 pelanggan belum mendapat pasokan listrik dan satu penyulang distribusi masih dalam perbaikan.
Data terbaru PLN Batam mencatat 406.083 pelanggan telah kembali mendapat listrik dari total 411.219 pelanggan terdampak. Dari sisi beban, pasokan sebesar 496,7 megawatt (MW) telah pulih dari total 501,8 MW yang terdampak.
Data pukul 04.00 WIB juga menunjukkan seluruh 11 gardu induk dan 12 jaringan transmisi telah kembali menyala. Meski demikian, PLN masih mencatat satu penyulang dalam proses perbaikan pada gardu distribusi.
Baca Juga: Pembangkit Baru Solusinya?
Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama sebelumnya mengatakan pemulihan berlangsung bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan kestabilan sistem. PLN memprioritaskan pemulihan pasokan ke objek vital dan fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit, bandara, dan pelabuhan.
Listrik mulai kembali menyala di sejumlah kawasan Batam pada Senin malam, antara lain Batam Centre, sebagian Tiban, Batuaji, Sagulung, Punggur, Batu Ampar, dan Baloi. Namun, pemulihan belum serentak karena PLN perlu menormalkan jaringan secara bertahap untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
Gangguan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga kegiatan industri dan layanan publik. Sejumlah pekerja pabrik dilaporkan dipulangkan, sementara lampu lalu lintas di beberapa persimpangan dan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah turut mengalami gangguan.
Pasokan air bersih juga terdampak karena instalasi pengolahan air membutuhkan listrik untuk menjalankan pompa dan mendistribusikan air. BP Batam sebelumnya menyatakan genset di sejumlah instalasi pengolahan air hanya mampu menopang sekitar 30 persen produktivitas sehingga pelanggan diminta menghemat penggunaan air.
Sistem kelistrikan Batam dan Pulau Bintan terhubung melalui jaringan interkoneksi, termasuk kabel bawah laut, sehingga gangguan sistem dapat berdampak ke wilayah di luar Batam. Pada Senin, pemadaman juga melanda Bintan dan Tanjungpinang.
Saat gangguan terjadi, Yoga menyatakan PLN memprioritaskan pemulihan sistem dan masih menelusuri penyebabnya. Laporan awal yang beredar menyebut masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan sebagai dugaan pemicu, tetapi penyebab pasti gangguan belum dinyatakan sebagai hasil investigasi final.
Di tengah pemulihan, PLN Batam membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai pemadaman terencana selama tiga hari, pada 12–14 Oktober, serta pembatasan nyala listrik hanya enam jam. Perusahaan menegaskan tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut.
PLN mengimbau masyarakat mengikuti pembaruan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. Data per Selasa dini hari menunjukkan pemulihan beban listrik hampir tuntas, tetapi pekerjaan jaringan distribusi masih diperlukan untuk menjangkau seluruh pelanggan terdampak.
Baca Juga: PLN Batam Siapkan Kompensasi bagi Pelanggan, Masuk Tagihan Berikutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






