Sekitar 80 persen area pelanggan mulai menerima aliran air. Pemulihan jaringan pipa diperkirakan membutuhkan waktu hingga 48 jam.
BATAM (gokepri) — Distribusi air minum di Batam belum pulih merata setelah pemadaman listrik pada Senin (12/10/2026). Hingga Selasa (13/10/2026) pukul 10.00 WIB, sekitar 80 persen area pelanggan mulai menerima aliran air. BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki untuk membantu warga yang masih mengalami gangguan.
Pemulihan membutuhkan waktu karena air harus kembali mengisi jaringan perpipaan hingga tekanan dan volumenya stabil. BP Batam memperkirakan proses normalisasi jaringan membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam atau sekitar 48 jam.
Baca Juga: Listrik Padam, BP Batam Prioritaskan Layanan Air Tetap Berjalan
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan pelanggan yang berada di ujung jaringan atau kawasan dataran tinggi berpotensi menunggu lebih lama. Posisi tersebut membuat aliran air membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai tekanan yang stabil.
“Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil,” ujar Denny.
Tim teknis BP Batam bersama jajaran Direktorat Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) memantau operasional instalasi pengolahan air (IPA) untuk mempercepat pemulihan. Sejumlah instalasi telah beroperasi dengan kapasitas 100 persen, yakni IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning 1 dan 2, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, serta Sei Harapan.
Namun, gangguan listrik susulan kembali menghambat pemulihan. IPA Duriangkang 5 berhenti sementara setelah kembali terdampak pemadaman listrik PLN pada pukul 09.29 WIB, sedangkan tangki ozon di Seraya ikut terdampak gangguan listrik sekitar pukul 09.30 WIB.

IPA Nongsa juga belum beroperasi pada kapasitas penuh. Instalasi tersebut baru berjalan pada kapasitas 18,75 persen akibat penyesuaian operasi seiring penurunan elevasi air baku di Waduk Nongsa.
Gangguan di IPA Duriangkang 5 berdampak pada distribusi air ke KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan kawasan sekitarnya. Sementara itu, gangguan pada tangki ozon Seraya berpotensi memengaruhi Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.
Kawasan ujung jaringan dan dataran tinggi, termasuk Sagulung, Batu Aji, dan Marina, juga menjadi perhatian dalam pemulihan. Tim teknis terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan listrik pada fasilitas yang terdampak.
BP Batam Siapkan 319 Trip Mobil Tangki
Untuk membantu warga yang belum mendapatkan pasokan air memadai, BP Batam menargetkan penyaluran air melalui 319 trip mobil tangki pada Selasa (13/10/2026). Distribusi diprioritaskan bagi rumah sakit atau fasilitas kesehatan, rumah ibadah, serta permukiman yang masih mengalami gangguan.
BP Batam membagi rencana penyaluran ke dalam empat wilayah. Batu Aji dan sekitarnya mendapat alokasi 138 trip dengan 10 armada, sedangkan Nongsa dan sekitarnya mendapat 100 trip dengan tujuh armada.
Selanjutnya, wilayah Tiban, Sekupang, dan Marina mendapat alokasi 40 trip dengan tiga armada. Adapun Tanjung Uma dan sekitarnya mendapat 41 trip dengan dua armada.
Penyaluran mobil tangki menjadi bantuan sementara selama jaringan perpipaan kembali mencapai tekanan normal. BP Batam memprioritaskan wilayah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali menerima aliran air.
Warga Diminta Tidak Mengambil Air dari Waduk
Di tengah keterbatasan pasokan, BP Batam mengimbau masyarakat tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Duriangkang. Imbauan ini disampaikan setelah beredar rekaman aktivitas pengambilan air dari waduk di media sosial.
Pengambilan air secara langsung berisiko terhadap keselamatan dan tidak menjamin kualitas maupun kehigienisan air untuk kebutuhan sehari-hari. BP Batam juga menyebut area waduk berada dalam pengawasan petugas keamanan.
Masyarakat diminta menggunakan sumber air yang aman sembari menunggu pemulihan distribusi. BP Batam menyatakan koordinasi dengan operator dan pihak terkait terus berlangsung untuk mempercepat pemulihan pelayanan air minum di Batam.
Baca Juga: 500 Warga Salat Istisqa di Waduk Nongsa, Ikhtiar Mengentaskan Masalah Air
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






