Ponsel Baru 2026 Rata-rata Makin Mahal

Ios 26 kapan rilis
Tampilan IOS 26 di iPhone. Foto: Apple.com

Harga ponsel global naik sepanjang 2026. Produsen menekan biaya dengan menyesuaikan spesifikasi.

BATAM (gokepri) – Kenaikan biaya memori membuat harga smartphone global melonjak dan mempersempit ruang produsen untuk menahan harga jual. Agar perangkat tetap terjangkau, produsen mulai memangkas sejumlah spesifikasi, sementara konsumen menunda pembelian atau mencari ponsel bekas.

Laporan Global Smartphone Price Increase Tracker dari Counterpoint Research menunjukkan harga ritel rata-rata smartphone yang sudah beredar meningkat sekitar 15 persen sepanjang 2026. Untuk perangkat baru yang meluncur tahun ini, kenaikannya mencapai sekitar 25 persen dibandingkan model pendahulunya pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Infinix Smart 7, Ponsel Harga Rp1 Jutaan Spesifikasi Mumpuni

Counterpoint menyusun temuan itu dari analisis terhadap lebih dari 4.000 model ponsel aktif di berbagai pasar dunia. Lebih dari 40 persen model dalam pemantauan tersebut tercatat mengalami kenaikan harga sepanjang tahun ini.

Kenaikan harga tersebut tidak lepas dari meningkatnya biaya komponen, terutama memori. Komponen ini kini menjadi salah satu sumber tekanan terbesar terhadap biaya produksi ponsel.

Research Director Counterpoint Research Tarun Pathak mengatakan kenaikan biaya memori mempersempit ruang produsen untuk menyerap kenaikan biaya produksi.

“Memori menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan biaya BoM ponsel,” kata dia.

Tekanan itu paling terasa di pasar yang sensitif terhadap harga. Di sejumlah kawasan, harga smartphone meningkat rata-rata 16 hingga 21 persen sepanjang 2026.

India mencatat kenaikan terbesar, yakni sekitar 21 persen untuk smartphone yang sudah beredar. Asia Pasifik menyusul dengan kenaikan sekitar 19 persen, sedangkan Timur Tengah dan Afrika mencapai 18 persen. Amerika Latin mencatat kenaikan sekitar 16 persen.

Besarnya kenaikan di kawasan tersebut berkaitan dengan dominasi ponsel kelas bawah dan menengah dalam penjualan. Margin keuntungan pada segmen ini lebih tipis sehingga produsen memiliki ruang yang lebih terbatas untuk menyerap kenaikan biaya komponen.

Di Amerika Latin, harga yang dibayar konsumen juga terdorong oleh berkurangnya diskon promosi. Dengan demikian, harga efektif sejumlah perangkat meningkat meski harga resminya tidak berubah secara drastis.

Situasinya berbeda di pasar dengan porsi ponsel premium yang lebih besar. China mencatat kenaikan sekitar 10 persen, Eropa 7 persen, sedangkan Amerika Serikat sekitar 5 persen.

Di pasar tersebut, kenaikan lebih banyak terlihat pada perangkat baru yang diluncurkan sepanjang 2026. Harga model yang sudah beredar relatif lebih terlindungi.

Harga Naik, Spesifikasi Dikurangi

Ketika biaya komponen meningkat, produsen memiliki dua pilihan: meneruskan beban tersebut kepada konsumen atau mengurangi biaya dari perangkat itu sendiri.

Sejumlah produsen mulai memilih jalan kedua. Kapasitas penyimpanan diturunkan pada beberapa model, konfigurasi kamera disederhanakan, dan pada segmen harga tertentu smartphone 4G kembali ditawarkan untuk menekan biaya.

Strategi itu memberi produsen ruang untuk mempertahankan perangkat pada kisaran harga tertentu tanpa meneruskan seluruh kenaikan biaya komponen kepada konsumen.

Perubahan juga mulai terlihat dari sisi pembeli. Harga yang semakin tinggi membuat sebagian konsumen menunda penggantian ponsel, menunggu masa promosi atau memilih model dengan kapasitas penyimpanan lebih rendah.

Pasar ponsel bekas dan refurbished pun berpotensi ikut terdorong. Ketika perangkat baru semakin mahal, konsumen memiliki alasan lebih kuat untuk mencari alternatif dengan harga lebih rendah.

Apple Masih Menahan Harga iPhone

Di tengah tekanan tersebut, Apple menjadi salah satu perusahaan yang masih mempertahankan harga iPhone. Sikap ini menjadi perhatian karena iPhone menyumbang lebih dari separuh total pendapatan Apple.

Keputusan itu berlangsung ketika harga memori disebut telah meningkat empat kali lipat sejak kuartal IV 2025. Pada saat yang sama, kondisi ekonomi makro masih memberikan tekanan terhadap industri teknologi.

Senior Analyst Counterpoint Research Karn Chauhan memperkirakan tekanan terhadap harga smartphone belum segera berakhir.

“Harga ponsel baru diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa kuartal mendatang,” ujar dia.

Kenaikan harga komponen dan keterbatasan pasokan memori diperkirakan masih menjadi persoalan dalam jangka pendek. Tekanan tersebut berpotensi mempersempit margin keuntungan produsen.

Dalam kondisi itu, perangkat premium kemungkinan semakin penting bagi produsen karena menawarkan margin keuntungan yang lebih besar.

Sebaliknya, di pasar yang sensitif terhadap harga, produsen diperkirakan lebih banyak mengandalkan penyesuaian spesifikasi, kapasitas penyimpanan, serta pengaturan portofolio produk untuk membatasi kenaikan harga. BLOOMBERG

Baca Juga: Deretan Ponsel Harga Sejutaan, dari Advan G9 hingga OPPO A53

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait