Lima Jam Pintar Terbaik 2026

Smartwatch terbaik 2026
Google Pixel Watch 3. Foto: Bloomberg

BATAM (gokepri) – Smartwatch kini berkembang dari sekadar penampil notifikasi menjadi perangkat untuk memantau kesehatan dan keselamatan pengguna. Perubahan itu terlihat dari hadirnya fitur pendeteksi kondisi tubuh, kecerdasan buatan (AI), hingga komunikasi satelit pada sejumlah model 2026.

Perkembangan teknologi tersebut membuat pilihan smartwatch semakin beragam, dengan keunggulan yang disesuaikan kebutuhan pengguna. Apple Watch lebih erat dengan ekosistem iPhone, sementara perangkat Garmin lebih menyasar aktivitas luar ruangan dan komunikasi di wilayah tanpa jaringan seluler.

Gizmochina merangkum lima smartwatch yang menonjol pada 2026, dengan fitur mulai dari pemantauan tekanan darah hingga konektivitas satelit.

Baca Juga: Tecno Perkenalkan Smartwatch hingga TWS Harga Terjangkau

Apple Watch Series 11

Apple Watch Series 11 menjadi pilihan bagi pengguna iPhone yang menginginkan fitur kesehatan lebih luas dalam bentuk smartwatch. Apple mempertahankan desain khas perangkat tersebut sambil menambahkan pemantauan kesehatan dan peningkatan konektivitas.

Salah satu fitur utamanya adalah pemberitahuan terkait tanda-tanda tekanan darah tinggi. Apple Watch Series 11 menganalisis respons pembuluh darah selama 30 hari menggunakan sensor optik untuk mencari pola yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Apple mengembangkan fitur itu menggunakan data lebih dari 100.000 peserta dan mengujinya melalui penelitian klinis yang melibatkan sekitar 2.000 orang. Fitur tersebut berfungsi sebagai sistem pemberitahuan dan bukan pengganti pengukuran tekanan darah menggunakan alat medis.

Apple juga memperkenalkan sistem penilaian tidur yang memperhitungkan durasi, tahapan, serta konsistensi waktu tidur. Hasilnya dapat dilihat melalui Apple Watch maupun aplikasi Kesehatan.

Dari sisi konektivitas, Series 11 mendukung jaringan 5G melalui rancangan antena baru. Pengisian selama 15 menit diklaim mampu memberikan penggunaan hingga delapan jam.

Baterainya dapat bertahan hingga 24 jam dalam penggunaan normal dan 38 jam dalam mode hemat daya. Model berbahan aluminium menggunakan kaca Ion-X yang menurut Apple memiliki ketahanan terhadap goresan dua kali lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Apple Watch Series 11 tersedia dalam ukuran 42 dan 46 milimeter. Harga di Amerika Serikat mulai US$399 atau sekitar Rp6,6 juta untuk model GPS dan US$499 atau sekitar Rp8,2 juta untuk GPS dengan koneksi seluler.

Samsung Galaxy Watch Ultra 2

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 menyasar pengguna yang membutuhkan smartwatch untuk aktivitas luar ruangan. Bodi titanium dan ketahanan perangkat menjadi bagian dari rancangan yang ditujukan untuk penggunaan dalam kondisi lebih berat.

Perangkat ini 12 persen lebih tipis dibandingkan Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya. Layarnya berukuran 1,52 inci menggunakan kaca kristal safir dan panel Super AMOLED dengan tingkat kecerahan hingga 5.000 nit.

Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan cip Snapdragon Wear Elite berbasis teknologi 3 nanometer. Kapasitas baterainya mencapai 800 mAh, atau meningkat 35 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Untuk aktivitas luar ruangan, Samsung menyediakan mode Lari Lintasan yang mencatat perubahan ketinggian dan kondisi medan ketika pengguna berlari. Fitur ini membuat perangkat lebih relevan bagi pengguna yang berolahraga di medan yang bervariasi.

Pemantauan kesehatan mengandalkan sistem sensor BioActive. Fitur yang tersedia mencakup pendeteksian gangguan pernapasan saat tidur yang disebut telah mendapat izin FDA, Skor Kesehatan Jantung, serta pemantauan beban aktivitas harian.

Galaxy Watch Ultra 2 dibanderol mulai US$699 atau sekitar Rp11,5 juta untuk versi LTE di Amerika Serikat. Harga di Eropa mulai 749 euro atau sekitar Rp14,6 juta.

Google Pixel Watch 5

Google Pixel Watch 5 menjadi pilihan bagi pengguna ekosistem Google yang menginginkan integrasi AI Gemini pada smartwatch. Google mempertahankan desain bulat dengan kaca melengkung sembari memperluas kemampuan AI dan fitur kesehatan.

Salah satu fitur yang menonjol adalah pendeteksian kondisi darurat yang berkaitan dengan gangguan pernapasan. Fitur tersebut akan diluncurkan pertama kali di Eropa dengan memantau penurunan kadar oksigen dalam darah secara drastis.

Jika sistem mendeteksi kondisi darurat dan pengguna tidak memberikan respons, Pixel Watch 5 dapat secara otomatis menghubungi layanan darurat. Kemampuan ini menempatkan smartwatch bukan hanya sebagai alat pemantau aktivitas, tetapi juga sebagai perangkat keselamatan.

Google turut meningkatkan daya tahan baterai pada kedua ukuran Pixel Watch 5. Model 41 milimeter menggunakan baterai 332 mAh dengan daya tahan hingga 30 jam ketika layar selalu aktif, sedangkan model 45 milimeter memiliki baterai 465 mAh dengan daya tahan hingga 40 jam.

Kedua model dapat mengisi daya hingga 50 persen dalam sekitar 15 menit menggunakan dudukan pengisi daya bawaan. Harga Pixel Watch 5 41 milimeter mulai US$399 atau sekitar Rp6,6 juta untuk Wi-Fi dan US$499 atau sekitar Rp8,2 juta untuk LTE.

Untuk ukuran 45 milimeter, harga mulai US$429 atau sekitar Rp7,1 juta untuk Wi-Fi dan US$529 atau sekitar Rp8,7 juta untuk LTE.

Garmin Fenix 9

Garmin Fenix 9 menyasar pengguna yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti mendaki, berlari, atau menjelajah medan berat. Daya tahan baterai panjang dan konektivitas satelit menjadi pembeda utama dibandingkan smartwatch yang lebih berorientasi pada penggunaan sehari-hari.

Layarnya memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nit, sedangkan baterainya diklaim Garmin mampu bertahan hingga 57 hari, bergantung pada mode penggunaan. Garmin juga menawarkan Fenix 9 Pro dengan konektivitas inReach untuk komunikasi dua arah melalui satelit tanpa bergantung pada ponsel.

Fenix 9 memiliki penyimpanan internal 64 GB yang dapat digunakan untuk menyimpan sekitar 7.000 lagu. Perangkat ini juga menyediakan peta TopoActive untuk sejumlah benua sehingga dapat digunakan ketika pengguna berada di wilayah dengan akses internet terbatas.

Untuk olahraga dan kesehatan, Garmin menyediakan fitur kesiapan latihan, penilaian daya tahan, serta aplikasi elektrokardiogram untuk mendeteksi tanda gangguan irama jantung tertentu. Fitur-fitur tersebut diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan data latihan lebih mendalam.

Garmin juga memperkenalkan Garmin Epic yang menggabungkan aktivitas, foto, dan data kesehatan dari beberapa hari dalam satu linimasa. Fitur tersebut memperluas penggunaan smartwatch dari sekadar pencatat aktivitas menjadi perangkat untuk melihat riwayat kegiatan pengguna.

Garmin Fenix 9 dibanderol mulai US$999,99 atau sekitar Rp16,5 juta. Sementara itu, Fenix 9 Pro mulai US$1.099,99 atau sekitar Rp18,1 juta.

Amazfit Balance 3

Amazfit Balance 3 menyasar konsumen yang menginginkan fitur smartwatch lengkap tanpa masuk ke rentang harga flagship. Perangkat ini memiliki layar AMOLED 1,5 inci yang dilindungi kaca kristal safir dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nit.

Balance 3 memiliki bodi berukuran 51,4 milimeter dengan ketebalan 14,6 milimeter. Bobot versi baja tahan karat mencapai 62 gram, sedangkan versi titanium memiliki bobot 55 gram.

Perangkat ini memiliki ketahanan air 10ATM sehingga lebih sesuai untuk aktivitas di air dibandingkan smartwatch dengan tingkat ketahanan yang lebih rendah. Spesifikasi tersebut melengkapi fungsi olahraga dan pemantauan kesehatan yang menjadi fokus perangkat.

Amazfit membekali Balance 3 dengan sistem HybridCharge Energy Intelligence. Sistem itu menganalisis beban latihan, tingkat stres harian, dan pola tidur untuk membantu pengguna menentukan waktu berolahraga dan beristirahat.

Amazfit belum mengumumkan harga global Balance 3. Sebagai gambaran, generasi sebelumnya, Balance 2, diluncurkan dengan harga US$299 atau sekitar Rp4,9 juta di Amerika Serikat.

Baca Juga: Redmi Watch 5 dan Buds 6 Rilis, Apa Saja Fitur Barunya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait