Mengapa Investasi Singapura Penting bagi Batam?

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Singapore National Day Reception di Batam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad (kedua kiri), Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra (kedua kanan) bersama Minister of State, Ministry of Foreign Affairs and Ministry of Home Affairs Singapura Zhulkarnain Abdul Rahim (kiri) di Batam, Kepri, Kamis (4/9/2026). Foto: Diskominfo Batam

Singapura menyumbang 36,44 persen investasi Batam pada semester I 2026. Kerja sama mulai merambah teknologi tinggi dan pariwisata.

BATAM (gokepri) — Hubungan ekonomi Batam dan Singapura semakin penting karena investasi dari negara tetangga itu menyumbang lebih dari sepertiga total investasi Batam pada semester I 2026. Kedekatan geografis menjadi modal untuk memperluas kerja sama ke sektor teknologi tinggi, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.

Nilai investasi Singapura di Batam mencapai Rp10,89 triliun pada periode tersebut. Angka itu setara dengan 36,44 persen dari total investasi yang masuk ke Batam.

Baca Juga: Bagaimana RI-Singapura Menyusun Aturan Perdagangan Karbon?

Investasi tersebut tidak hanya menyasar industri manufaktur. Sejumlah investasi juga masuk ke sektor berteknologi tinggi, termasuk pusat data dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Besarnya peran Singapura juga terlihat dari sektor pariwisata. Data Badan Pusat Statistik Kota Batam menunjukkan wisatawan asal Singapura secara konsisten menjadi kelompok yang mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dalam beberapa bulan pada semester I 2026.

Arus investasi dan wisatawan itu membuat hubungan Batam-Singapura tidak berhenti pada kedekatan geografis. Bagi Batam, Singapura menjadi salah satu pintu penting untuk menarik modal sekaligus memperluas pasar jasa dan pariwisata.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan hubungan yang telah terjalin perlu diperkuat untuk membuka peluang kerja sama baru. “Kedekatan geografis ini merupakan modal besar untuk terus membuka berbagai peluang kerja sama baru,” kata dia.

Amsakar menyampaikan hal itu seusai menghadiri Singapore National Day Reception di Batam, Kamis (3/9) malam. Menurut Amsakar, hubungan dengan Singapura berperan dalam pertumbuhan ekonomi Batam melalui investasi dan kunjungan wisatawan. Ia berharap kerja sama tersebut juga memperkuat posisi Batam dalam hubungan ekonomi Indonesia-Singapura.

Dari sisi Singapura, hubungan dengan Batam dan Kepulauan Riau dipandang strategis. Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Singapura Zhulkarnain Abdul Rahim menyoroti pertumbuhan ekonomi kedua wilayah yang berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonomi Kepulauan Riau tumbuh 6,94 persen, sedangkan Batam tumbuh 6,76 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,11 persen.

Zhulkarnain juga mencontohkan aktivitas perusahaan Singapura di Batam sebagai bagian dari penguatan kapabilitas ekonomi kedua wilayah.

Ia mengunjungi Seatrium, perusahaan galangan kapal, serta Politeknik Tourism Batam. Menurut dia, kedua institusi tersebut memperlihatkan bentuk kerja sama yang tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga pembangunan kemampuan industri dan tenaga kerja.

“Kami berharap kerja sama antara Indonesia, khususnya Kepri dan Batam, dengan Singapura terus berjalan dengan sangat baik.”

Bagi Batam, tantangannya bukan sekadar mempertahankan investasi Singapura, tetapi memperluas manfaatnya. Masuknya investasi ke pusat data dan teknologi kecerdasan buatan membuka peluang bagi Batam untuk mengembangkan sektor ekonomi bernilai tambah sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

Pemerintah Kota Batam berharap hubungan dengan Singapura terus berkembang dan memberi manfaat bagi kedua wilayah. Kedekatan geografis yang selama ini menjadi modal utama kini diarahkan untuk memperluas kerja sama ekonomi ke sektor yang lebih beragam. ANTARA

Baca Juga: Di Balik Keyakinan Singapura Berinvestasi di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait