BINTAN (gokepri) – Tour de Bintan 2026 tidak hanya menawarkan kompetisi balap sepeda, tetapi membuka ruang rekreasi bagi masyarakat dan wisatawan. Sebanyak 838 peserta dari empat benua telah terdata mengikuti ajang pada 21–23 Agustus.
Pemerintah Kabupaten Bintan menempatkan Plaza Lagoi sebagai pusat kegiatan yang mempertemukan peserta, pendukung, dan masyarakat. Kawasan perlombaan itu disiapkan bukan hanya untuk kebutuhan kompetisi, tetapi juga sebagai ruang interaksi selama ajang berlangsung.
Sekretaris Daerah Bintan Ronny Kartika mengatakan panitia menyiapkan pertunjukan hiburan dan aktivitas interaktif di panggung. Area kuliner juga tersedia dengan pilihan makanan dan minuman, termasuk kuliner populer dan tradisional. “Tour de Bintan 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi balap sepeda,” kata Ronny, Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca Juga: Kejar Perbaikan Jalan Sambut Tour de Bintan
Selain panggung dan kuliner, panitia menyiapkan stan gaya hidup serta ruang khusus pemulihan setelah perlombaan. Peserta dan pendukung dapat mengikuti sejumlah aktivitas interaktif di luar agenda balap.
Konsep tersebut memperluas fungsi ajang dari perlombaan menjadi kegiatan wisata yang dapat dinikmati bersama. Pemerintah Bintan berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut membentuk suasana selama penyelenggaraan.
Karena itu, Pemkab Bintan mengajak warga dan wisatawan menyaksikan para pebalap di sepanjang rute yang dilewati. Kehadiran penonton dipandang penting untuk membangun atmosfer sekaligus memperkuat hubungan antara event olahraga dan aktivitas wisata.
Menurut Ronny, keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya menampilkan Bintan sebagai daerah yang menggabungkan olahraga, pariwisata, hiburan, dan aktivitas warga.
Antusiasme peserta juga menjadi modal promosi bagi penyelenggaraan tahun ini. Hingga tiga hari sebelum pembukaan, jumlah peserta yang terdata mencapai 838 orang dari berbagai negara.
Peserta tersebut berasal dari empat benua. Peserta dari Singapura dan Indonesia menjadi kelompok terbesar, disusul pesepeda dari Malaysia, Filipina, Jepang, Taiwan, dan Mesir.
Dari Eropa, peserta datang antara lain dari Inggris, Perancis, Italia, Belanda, dan Norwegia. Peserta dari negara lain di kawasan Eropa turut melengkapi daftar peserta, bersama pebalap dari Amerika dan Australia.
Keragaman asal peserta memperlihatkan jangkauan ajang yang tidak lagi terbatas pada pasar wisata regional. Bagi Bintan, kehadiran peserta mancanegara sekaligus membuka peluang promosi destinasi kepada komunitas olahraga di berbagai negara.
Tour de Bintan 2026 berlangsung pada 21–23 Agustus. Plaza Lagoi menjadi salah satu titik utama rangkaian kegiatan, sedangkan masyarakat dapat mengikuti suasana perlombaan dari sejumlah titik sepanjang rute.
Pemerintah daerah berharap kedatangan peserta, pendukung, dan wisatawan memberi dampak terhadap promosi pariwisata Bintan. Event olahraga ditempatkan sebagai sarana memperkenalkan destinasi melalui pengalaman langsung peserta dan pengunjung.
“Tour de Bintan 2026 diharapkan berdampak positif bagi promosi pariwisata,” ujar Ronny.
Dengan 838 peserta dari empat benua, pemerintah Bintan berupaya menjadikan kompetisi ini lebih dari agenda balap tahunan. Ruang kuliner, hiburan, interaksi, dan keterlibatan warga menjadi bagian dari strategi memperkuat sport tourism.
Target akhirnya adalah memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional. Tahun ini, pemerintah berharap atmosfer perlombaan sekaligus pengalaman wisata dapat memperluas daya tarik Bintan di mata wisatawan.
Baca Juga: Tour de Bintan 2022: 946 Pesepeda Akan Nikmati Keindahan Bintan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









