Pemko Batam menyiapkan tiga koridor jalan lingkar. Pembangunan bertahap menyesuaikan anggaran.
BATAM (gokepri) – Batam menyiapkan tiga koridor jalan lingkar sepanjang 43,14 kilometer untuk memperkuat konektivitas antarkawasan. Pemko memprioritaskan pembangunan bertahap dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp799,5 miliar.
Rencana tersebut muncul dari kebutuhan menyesuaikan jaringan jalan dengan perkembangan Batam yang terus meluas. Pemerintah Kota Batam tidak lagi hanya mengandalkan akses di kawasan pusat kota, tetapi menyiapkan jalur yang menghubungkan sejumlah kawasan permukiman dan pusat kegiatan.
Baca Juga: Batam Mulai Bangun Jalan Lingkar Selatan, Proyek Rp130,78 Miliar Ditarget Rampung 2029
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan jalan lingkar diperlukan untuk membuka konektivitas baru sekaligus memperkuat jaringan jalan yang sudah ada. Infrastruktur itu diharapkan memperpendek waktu tempuh serta memperlancar pergerakan orang dan barang. “Kami ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan,” kata Amsakar baru-baru ini.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mencatat tiga koridor dalam rencana tersebut, yakni Lingkar Selatan, Lingkar Utara, dan Lingkar Tengah. Ketiganya mencakup trase dengan karakter kawasan yang berbeda.
Lingkar Selatan direncanakan sepanjang 10,075 kilometer dengan estimasi anggaran Rp183,32 miliar. Jalurnya mencakup Simpang Sei Pancur, Simpang Kampung Bagan, Waduk Duriangkang, Jalan Waduk Duriangkang sisi laut, jembatan Waduk Duriangkang sisi laut, hingga Simpang Bumi Perkemahan.

Koridor itu dirancang untuk memperkuat akses kawasan selatan Batam yang terhubung dengan sejumlah permukiman dan kawasan kegiatan. Salah satu bagian pentingnya adalah jembatan di sisi laut Waduk Duriangkang.
Sementara itu, Lingkar Utara memiliki rencana trase sepanjang 14,508 kilometer dengan estimasi anggaran Rp260,42 miliar. Jalurnya menghubungkan Simpang Golden Prawn, kawasan Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden, hingga Simpang Kaveling Sambau.

Lingkar Tengah menjadi koridor terpanjang dengan rencana trase 18,558 kilometer. Estimasi anggarannya mencapai Rp355,76 miliar, dengan jalur antara lain dari Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, Tanjung Uma, hingga Pondok Pelangi.
Jika tiga koridor tersebut digabungkan, panjang trase mencapai sekitar 43,14 kilometer. Berdasarkan estimasi masing-masing koridor, kebutuhan anggaran seluruh rencana mencapai sekitar Rp799,5 miliar.
Namun, pembangunan tidak diarahkan sekaligus karena pemerintah masih menyesuaikan kesiapan perencanaan, kemampuan anggaran, dan pembagian kewenangan. Pemko Batam juga perlu berkoordinasi dengan BP Batam dalam pelaksanaan proyek yang berada dalam wilayah kewenangan berbeda.
“Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi,” ujar Amsakar.
Rencana DBMSDA Batam menargetkan pembangunan jalan lingkar sepanjang 3,5 kilometer pada 2026. Target tersebut meningkat menjadi 4,767 kilometer pada 2027.
Angka itu menunjukkan pembangunan koridor 43,14 kilometer membutuhkan waktu bertahap, bukan sekadar proyek infrastruktur satu tahun anggaran. Kecepatan pembangunan akan bergantung pada kesiapan desain, pendanaan, serta sinkronisasi kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam.
Dari sisi manfaat, pemerintah menempatkan konektivitas sebagai alasan utama pembangunan. Jaringan jalan yang lebih terhubung diharapkan membuka akses kawasan, mengurangi waktu tempuh, dan memperlancar aktivitas ekonomi.
“Batam terus berkembang. Infrastruktur harus mengikuti perkembangan itu,” kata Amsakar.
Arah tersebut menempatkan jalan lingkar sebagai bagian dari strategi memperluas pusat pertumbuhan kota. Kawasan yang sebelumnya bergantung pada akses tertentu diharapkan memiliki pilihan konektivitas baru menuju wilayah lain.
Bagi Batam, kebutuhan itu berkaitan dengan karakter kota sebagai kawasan industri, perdagangan, jasa, dan investasi. Pergerakan tenaga kerja, barang, serta kegiatan ekonomi membutuhkan jaringan jalan yang mampu mengikuti ekspansi kawasan.
Karena itu, ukuran keberhasilan program ini bukan hanya panjang jalan yang terbangun. Keterhubungan antartrase, ketepatan prioritas kawasan, dan koordinasi kewenangan akan menentukan apakah investasi infrastruktur tersebut benar-benar memperbaiki mobilitas warga.
Pemko Batam menempatkan pembangunan bertahap sebagai cara menyesuaikan target dengan kemampuan fiskal dan kesiapan proyek. Dengan pendekatan itu, tiga koridor jalan lingkar diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan konektivitas Batam dalam jangka panjang.
Baca Juga: Tugas Utama Kadis Bina Marga Metra Dinata Eksekusi Proyek Jalan Sei Beduk-Nongsa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









