BATAM (gokepri) — Polresta Barelang menaikkan status penyelidikan kasus ledakan kapal MT Federal II di PT ASL Shipyard ke tahap penyidikan. Kecelakaan kerja yang terjadi pada 15 Oktober 2025 itu menewaskan 14 pekerja di galangan kapal kawasan Tanjung Uncang, Batam.
Kepala Polresta Barelang Kombes Polisi Zaenal Arifin mengatakan peningkatan status dilakukan setelah gelar perkara bersama jajaran Satreskrim Polresta Barelang dengan asistensi dari Polda Kepulauan Riau. Langkah ini menandai adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa kebakaran dan ledakan tersebut.
“Sudah ada peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana, makanya kasus ini naik ke tahap penyidikan,” ujar Zaenal, Jumat (31/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Zaenal juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan dan keikhlasan menghadapi musibah ini,” katanya.
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 43 saksi dari berbagai pihak, termasuk pekerja utama di PT ASL, sejumlah subkontraktor, dan perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja sebagai pengawas tingkat tiga.
“Saksi tidak hanya dari main contractor ASL Marine Shipyard, tapi juga dari subcon dan pihak-pihak lain yang relevan,” jelas Zaenal.
Ia menambahkan, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Hasil tersebut akan menjadi dasar gelar perkara lanjutan untuk menentukan tersangka.
“Setelah hasil lab keluar, kami akan lakukan gelar lagi sebelum penetapan tersangka,” ujarnya.
Selain kasus MT Federal II, Polresta Barelang juga masih menangani kasus serupa yang terjadi pada Juni 2025 di perusahaan yang sama. Insiden tersebut menewaskan lima pekerja dan saat ini perkaranya tengah berada di tahap penelusuran kejaksaan.
“Untuk kasus pertama, semua petunjuk dari jaksa sudah kami penuhi. Sekarang kami menunggu tindak lanjut dari pihak kejaksaan, karena itu sudah menjadi kewenangan mereka,” pungkas Zaenal.
Baca Juga: Dugaan Pidana Ledakan Kapal MT Federal II
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









