170.378 Anak di Kepri Sudah Divaksin Dosis Pertama

Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Tanjungpiayu, Seibeduk, Kota Batam
Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Tanjungpiayu, Seibeduk, Kota Batam, Kamis (7/10/2021).

Batam (gokepri.com) – Sebanyak 170.378 anak usia 12-17 tahun di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Jumlah ini mencapai 82,84 persen dari 205.663 target sasaran. Sementara untuk dosis kedua, sudah 116.208 anak atau 56,5 persen yang sudah divaksin.

Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina mengingatkan sekitar 35.285 anak lagi untuk segera melakukan vaksinasi. Begitu juga yang belum mendapatkan dosis kedua untuk segera ke sentra vaksinasi jika jadwalnya sudah tiba.

“Ini ikhtiar kita dalam membentuk kekebalan komunal. Pembelajaran tatap muka juga bisa dilaksanakan dengan optimal jika semua sudah menerima suntikan vaksin hingga dosis kedua,” katanya saat meninjau pembelajaran tatap muka di Kota Batam, Kamis (7/10/2021).

HBRL

Marlin mengimbau para orangtua dan guru untuk terus mengawasi anak-anak, baik selama di sekolah ataupun sepulangnya dari sekolah. Jika ada anak yang memiliki gejala sakit, segera bawa ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan nyaman dan aman.

“Kita ingin pembelajaran di sekolah terus berlangsung. Karena dengan belajar di kelas, capaian akademiknya bisa lebih baik lagi dibanding belajar online,” katanya.

Di Batam, pembelajaran tatap muka sudah dimulai sejak 21 September 2021. Sekolah harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Batam untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas tersebut.

Selain itu, sekolah juga harus menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak. Kemudian sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau handsanitizer, dan disinfektan.

Syarat lainnya adalah mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan masker, dan memiliki alat pengukur suhu badan atau thermogun. Kemudian, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan, di antaranya yang memiliki komorbid dan tidak memiliki akses transportasi yang aman. Serta mendapat persetujuan komite sekolah dan perwakilan orangtua.

Marlin mengingatkan sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar proses pembelajaran tatap muka tidak terhenti karena ada yang terkonfirmasi positif. Semua pihak harus peduli, baik guru, orangtua, dan siswa.

“Dengan kondisi pandemi yang mulai melandai, semuanya jangan lalai. Apalagi lalai dalam menjalankan protokol kesehatan,” katanya. (zak)

Baca juga: Gubernur Kepri Minta Bupati dan Walikota Laksanakan Vaksinasi Anak

Pos terkait