Batam (gokepri.com) – Semua aplikasi milik Facebook Inc, yakni Facebook, Instagram dan WhatsApp down berjam-jam.
Aplikasnya tetap bisa dibuka tetapi feed yang baru tidak bisa muncul meski terkoneksi ke internet.
Hal ini membuat netizen di berbagai dunia curhat di media sosial lain, yaitu Twitter, bahkan Facebook harus mengumumkan masalah ini di platform milik kompetitornya, Twitter.
Facebook, Instagram, dan WhatsApp dilaporkan down pada kisaran pukul 23.00 WIB dan hal ini sudah dikonfirmasi langsung akun Twitter resmi milik Facebook. Mereka mengatakan masih dalam proses perbaikan sehingga belum memberikan informasi masalah yang ditemukan.
“Kami mendengar yang dialami sebagian orang terkait masalah dalam mengakses aplikasi dan produk kami. Kami sedang bekerja untuk membuatnya normal kembali secepat mungkin, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis akun Twitter milik Facebook.
Hal ini membuat banyak pengguna internet di seluruh dunia terutama Indonesia curhat di Twitter.
Pantauan gokepri.com pada pukul 04.00 WIB, tanggal 5 Oktober 2021 pada bagian Trending Topic muncul kata kunci “WhatsApp”, “Mark Zuckerber”, “WA IG”dan tagar #instagramdown, hingga “Telegram”.
Trending Topic Twitter “WhatsApp” sudah dicuitkan sebanyak 3,24 juta kali sementara “Mark Zuckerberg” sebanyak 577 ribu kali. Tagar #instagramdown sudah digunakan pada sekitar 157 ribu tweet dan “Telegram” sebanyak 435 ribu kali.
Semuanya adalah Trending Topic Twitter di Indonesia. Banyak cuitan yang dibuat tidak hanya berisi keluhan tapi ejekan kepada Facebook Inc karena aplikasi mereka kerap down dan pada akhirnya mengandalkan Twitter.
Menurut Spectator Index, gangguan aplikasi-aplikasi tersebut membuat saham Facebook anjlok 4,9%, Mark Zuckerberg kehilangan pendapatan USD5,9 juta dan Twitter mencatatkan rekor pengguna tertinggi dalam satu waktu.
Telegram yang merupakan aplikasi chat pesaing WhatsApp dan buatan Pavel Durov memang masih memiliki basis pengguna di Indonesia terutama saat ajakan untuk hapus WhatsApp sempat bergema di Indonesia.
Pavel Durov sendiri pernah berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat berdiskusi tentang konten negatif dan radikal yang diklaim beredar di kalangan atau grup Telegram di Tanah Air. (can)
|Baca Juga: Dua Sekolah di Batam Batal Gelar ANBK







