BATAM (gokepri) — Lapangan Olahraga Dataran Engku Putri kini memiliki wajah baru setelah direvitalisasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pembaruan fasilitas itu diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap ruang olahraga yang lebih layak sekaligus memperkuat kesiapan Batam menjadi tuan rumah berbagai kegiatan bertaraf internasional.
Revitalisasi tersebut menjadi contoh kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan fasilitas publik. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus bertambah, kemitraan semacam ini dinilai dapat mempercepat penyediaan infrastruktur tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.
Lapangan yang berada di kawasan Batamcentre itu direvitalisasi oleh PT Wasco Engineering Indonesia bersama PT Schneider Electric France, PT Jotun Indonesia, PT Eka Vita, dan PT Batam Cyclet. Hasil revitalisasi diresmikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Raih Penghargaan Nasional, CSR PLN Batam Dinilai Berdampak
Menurut Amsakar, ruang publik yang berkualitas tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga mencerminkan kualitas sebuah kota. Karena itu, pemerintah terus mendorong perusahaan ikut berkontribusi melalui program CSR sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami terus mendorong agar instrumen CSR dari dunia usaha dapat berjalan optimal sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, kemampuan fiskal pemerintah memiliki batas. APBD Kota Batam sekitar Rp 4,5 triliun, sedangkan PNBP BP Batam sekitar Rp 2,4 triliun. Anggaran tersebut harus memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan di tengah pertumbuhan kota yang terus berlangsung.
Menurut dia, partisipasi dunia usaha akan mempercepat penyediaan infrastruktur publik yang langsung dirasakan masyarakat. Semakin banyak perusahaan menyalurkan CSR secara tepat sasaran, semakin besar pula manfaat yang dapat diterima warga.
Batam juga menghadapi tantangan sebagai kota industri sekaligus pintu gerbang Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kondisi itu menuntut tersedianya ruang publik yang nyaman, representatif, dan mampu mendukung citra kota di mata investor maupun wisatawan.
“Kita harus menunjukkan bahwa Batam adalah kota yang terurus, maju, dan siap bersaing,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif. Dunia usaha, menurut dia, tidak hanya berperan menciptakan lapangan kerja, tetapi juga ikut meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan melalui program CSR.
Amsakar menyebutkan, nilai investasi Batam tumbuh 125 persen dalam setahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,78 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Indeks Pembangunan Manusia juga meningkat dari 83,3 menjadi 83,8 sehingga Batam berada di peringkat kelima tertinggi di Sumatera.
Revitalisasi Lapangan Olahraga Dataran Engku Putri juga menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan kompetisi bola basket internasional antargenerasi muda pada akhir Juli 2026. Ajang tersebut direncanakan diikuti peserta dari 37 negara sehingga membutuhkan fasilitas yang memenuhi standar penyelenggaraan.
Bagi masyarakat, pembaruan Lapangan Engku Putri bukan hanya menghadirkan arena olahraga yang lebih baik. Ruang publik itu diharapkan menjadi tempat berkumpul, beraktivitas, dan menggerakkan kegiatan olahraga masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota yang siap menyelenggarakan agenda berskala internasional.
Pemerintah Kota Batam berharap kolaborasi serupa terus berkembang. Semakin banyak perusahaan yang menyalurkan CSR untuk ruang publik, semakin besar peluang percepatan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: BP Batam: Pot Bougenville di Jalan Protokol Dibiayai CSR, Bukan APBN
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








