Tiga Anak di Sagulung Jadi Korban Asusila Guru Ngaji

anak korban kekerasan seksual
Ilustrasi. New York Times

BATAM (gokepri) – Tiga murid mengaji di Sagulung, Batam, menjadi korban pencabulan guru mereka. Polisi menangkap pelaku berinisial Am setelah ketiga korban melapor. Modus yang digunakan Am selalu sama: berpura-pura mengurut tubuh anak, lalu meraba bagian terlarang.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, menjelaskan kasus ini terbongkar setelah korban bercerita kepada keluarga. “Ada yang satu kali, dua kali, bahkan sampai lima kali. Semuanya kini trauma,” kata Husnul, Selasa, 30 September 2025.

Peristiwa itu terjadi di tempat mengaji yang berada di depan rumah pelaku. Dari lima murid yang rutin datang, tiga menjadi korban. Polisi kini mendampingi anak-anak tersebut dengan tenaga profesional untuk pemulihan trauma.

HBRL

“Lokasi kejadian sudah kami amankan agar tidak ada aksi massa. Proses hukum tetap kami kedepankan,” ujar Husnul.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan modus pelaku selalu memakai alasan pengobatan tradisional. Salah satu korban disebut sering ngompol sehingga Am menawarkan diri untuk mengurut. “Tapi justru dia melakukan perbuatan tidak terpuji,” kata Anwar.

Hasil penyelidikan memperkuat dugaan polisi. Ketiga korban mengaku dilecehkan dengan cara serupa: diminta berbaring, lalu digerayangi. Saat diperiksa penyidik, Am tak bisa mengelak. Ia mengakui seluruh perbuatannya.

Baca Juga: Rumah Guru Ngaji di Batam Dirusak Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku Pencabulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait