Pelemahan ekspor terkonsentrasi pada industri kapal dan kakao, BP Batam siapkan intervensi terarah untuk menahan tekanan.
BATAM (gokepri) — Kinerja ekspor Batam pada awal 2026 melemah, tetapi tekanannya tidak merata. Penurunan terkonsentrasi pada industri kapal dan kakao, sementara sektor lain masih tumbuh dan menopang struktur ekspor daerah.
Berdasarkan data BP Batam, nilai ekspor Batam pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar 3,107 miliar dollar AS, turun 3,67 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Koreksi ini terutama dipicu oleh dua sektor utama, yakni industri kapal serta kakao atau cokelat.
Baca Juga: Ekspor Batam ke AS Naik 30 Persen, India Melonjak 410 Persen
Penurunan terbesar berasal dari ekspor kapal yang menyusut sekitar 433,65 juta dollar AS, diikuti kakao atau cokelat sebesar 91,23 juta dollar AS. Pola ini menunjukkan pelemahan lebih bersifat sektoral, bukan penurunan menyeluruh pada basis industri.
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis meninjau langsung pelaku usaha di kedua sektor tersebut untuk memastikan sumber tekanan. Hasil peninjauan menunjukkan faktor eksternal menjadi penyebab dominan.
Pada industri kapal, penurunan dipengaruhi melemahnya permintaan global serta berakhirnya siklus pesanan besar pada periode sebelumnya. Sektor ini juga sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan dinamika geopolitik.
Adapun pada sektor kakao, produksi tetap berjalan, tetapi realisasi ekspor melambat. Kondisi ini dipicu kenaikan biaya bahan baku dan logistik, serta kehati-hatian pasar global.
“Data menunjukkan koreksi ekspor Batam tidak menyeluruh, melainkan spesifik pada sektor tertentu. Karena itu, respons yang disiapkan harus presisi dengan memahami sumber tekanan di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan di Batam, baru-baru ini.
BP Batam menyiapkan intervensi terarah, antara lain memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha, mempercepat penanganan hambatan logistik dan biaya, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi untuk merespons faktor eksternal.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor lain justru mencatat pertumbuhan. Ekspor minyak, bahan kimia, serta mesin dan peralatan listrik meningkat, dengan kontribusi terbesar berasal dari mesin dan peralatan listrik yang bertambah sekitar 309 juta dollar AS.
Kinerja sektor-sektor tersebut menunjukkan struktur ekspor Batam masih ditopang industri manufaktur berbasis teknologi. Diversifikasi ini menjadi penahan utama ketika sebagian sektor mengalami koreksi.
Baca Juga: BP Batam Dorong Investasi Hilirisasi, Ekspor Timah Solder Tembus India
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









