Tangis di RS Aini Usai Ledakan Kapal Tanker Federal II

Kapal tanker federal II
Tangis keluarga pecah di RS Mutiara Aini, Batam, Rabu, 15 Oktober 2025, setelah mendengar kabar ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL Shipyard yang menewaskan sepuluh pekerja. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) – Ledakan dini hari di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, menewaskan sepuluh pekerja dan melukai delapan belas lainnya. Kapal tanker Federal II yang tengah dalam perbaikan meledak sekitar pukul empat pagi, Rabu, 15 Oktober 2025.

Suasana haru menyelimuti halaman RS Mutiara Aini Rabu siang. Tangis dan teriakan pecah ketika satu per satu keluarga korban berdatangan, menanti kabar dari ruang perawatan. “Saya adik salah satu korban. Dapat kabar sekitar jam sembilan pagi,” kata Yogi, yang tampak pucat. Kakaknya mengalami luka bakar serius dan masih dirawat intensif. “Alhamdulillah, sudah mulai membaik,” ujarnya pelan.

Namun, tak semua keluarga seberuntung Yogi. Seorang ibu terus menangis histeris setelah mengetahui suaminya menjadi salah satu korban. Ia beberapa kali harus dipapah keluarga saat ambulans datang membawa korban baru.

HBRL

Seorang pekerja selamat menceritakan ledakan itu terjadi begitu cepat. “Aku di atas mau pasang nozzle baru. Teman bilang, ‘tunggu, panas dari bawah’. Tiba-tiba ledakan besar dari tangki,” ujarnya dengan suara bergetar.

Menurutnya, blower angin di dalam kapal tiba-tiba mati, membuat asap dan panas terperangkap di tangki berisi minyak mentah. Saat itu, aktivitas pemotongan logam memicu percikan api yang memicu ledakan. “Banyak teman di dalam, tapi sebagian besar berhasil keluar,” katanya lirih.

Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Polisi Asep Safrudin, mengatakan total korban mencapai 28 orang, terdiri dari 10 meninggal dunia dan 18 luka-luka. “Kami fokus pada penanganan korban dan keluarga. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Empat korban tewas yang telah diidentifikasi di RS Mutiara Aini adalah Andi Haryono, Idris Sardi, Dimas Saputra, dan Marodong Tampubolon. Sementara sebelas korban luka bakar yang dirawat di rumah sakit sama antara lain Ahmad Rifai, Jefry Agusto, Putra Alan Sari, Jimi Ramadan, Erwin Sanggam, Idaya Putra, Arrafi Husein, Andi H, Edison Baktiar, Roni Andreas, dan Imam.

Korban lain tersebar di RS Graha Hermine (7 orang), RS Elisabeth Sei Lekop (7 orang, dua meninggal), dan RSUD Embung Fatimah (dua meninggal). Polisi masih berkoordinasi dengan manajemen PT ASL dan tim medis untuk memastikan seluruh korban mendapat penanganan.

Ini bukan kali pertama insiden terjadi di Federal II. Pada Juni lalu, kapal yang sama juga meledak dan menewaskan empat pekerja.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait