Tak Ada Misi Kecil bagi Petugas Damkar

Damkar Anambas
Petugas Damkarmat Anambas membebaskan kepala seorang siswa TK Pembina Tarempa yang terjepit kursi di ruang kelas, Senin, 13 Oktober 2025. Aksi berlangsung di tengah hujan deras. (Dok. Damkarmat Anambas)

ANAMBAS (gokepri) – Hujan deras mengguyur Tarempa, Senin pagi, 13 Oktober 2025, ketika seorang anak TK di Pembina Tarempa menangis keras. Kepalanya terjepit kursi di ruang kelas. Di tengah genangan air, regu Damkarmat Anambas bergegas menembus hujan menuju sekolah itu.

Setibanya di lokasi, para petugas dari regu Shibaura segera bergerak. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha membebaskan kepala sang anak yang terjepit di sela kursi kayu. Tak butuh waktu lama. Dalam beberapa menit, tangisan berhenti, dan bocah itu akhirnya bisa lepas dari kursi tanpa luka.

“Begitu menerima laporan, anggota kami langsung bergerak ke lokasi,” kata Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Kabupaten Kepulauan Anambas, Matari Hasibuan, yang memimpin langsung operasi penyelamatan itu. “Dengan peralatan yang ada, anak itu berhasil dievakuasi dengan aman.”

Menurut Matari, keselamatan warga, terutama anak-anak, menjadi prioritas utama lembaganya. Ia mengaku bersyukur proses penyelamatan berlangsung cepat dan lancar meski kondisi cuaca tak bersahabat. “Ini bukti bahwa Damkarmat bukan hanya bertugas memadamkan api, tapi juga siap dalam setiap misi kemanusiaan,” ujarnya.

Guru-guru di TK Pembina Tarempa masih terlihat lega ketika regu penyelamat meninggalkan halaman sekolah. Mereka mengaku sempat panik sebelum tim Damkarmat datang. “Kami sangat berterima kasih. Petugas datang cepat dan menenangkan kami,” kata salah satu guru.

Di wilayah kepulauan seperti Anambas, jarak dan cuaca kerap menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan darurat. Keterbatasan peralatan dan akses membuat kecepatan reaksi menjadi faktor penentu keselamatan. Karena itu, regu pemadam di kabupaten kepulauan ini dituntut untuk tangguh dan serba bisa.

“Dukungan masyarakat sangat berarti bagi kami,” kata Matari. Ia berharap pemerintah daerah bisa terus menambah fasilitas dan perlengkapan penyelamatan agar pelayanan semakin optimal.

Dari kursi kecil yang menjepit kaki seorang anak, para petugas Damkarmat kembali diingatkan: tak ada misi yang terlalu sepele dalam tugas kemanusiaan.

Baca Juga: Gandeng Puskesmas Tarempa, Damkar Anambas Gelar Pelatihan P3K untuk Anggota

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait