BATAM (gokepri) — Isu beras impor yang sempat beredar di tengah masyarakat Batam ditepis Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Ia memastikan, tidak ada aktivitas impor beras yang masuk ke Batam, baik dalam setahun terakhir maupun beberapa tahun sebelumnya. Seluruh beras yang beredar di pasaran Batam berasal dari produksi dalam negeri.
Amsakar menyebut, pemeriksaan telah dilakukan melalui jalur perizinan resmi. Hingga kini, tidak satu pun izin impor beras diterbitkan untuk Batam.
“Dari Direktorat Lalu Lintas Barang (BP Batam), kami tidak pernah mengeluarkan izin impor. Artinya, beras yang beredar di Batam adalah komoditas dalam negeri,” kata Amsakar, Selasa (6/1).
Baca Juga: Cegah Impor Ilegal, Bulog Kirim 48 Ton Beras Premium ke Batam dan Karimun
Penegasan itu disampaikan menyusul berkembangnya dugaan masuknya beras impor ke Batam. Isu tersebut bahkan membuat Amsakar dipanggil langsung oleh Menteri Perdagangan, Amran Sulaiman, untuk memberikan klarifikasi.
Amsakar mengaku telah mengecek langsung dokumen peredaran barang, termasuk di kawasan perdagangan bebas (FTZ) dan skema pengiriman Delivery Duty Paid (DDP).
“Hasilnya sama. Tidak ada kegiatan impor beras ke Batam,” ujarnya.
Meski demikian, Amsakar mengakui Batam memiliki kebutuhan khusus, terutama untuk beras premium. Selama ini, stok Bulog di Batam didominasi beras medium, sementara preferensi pasar cenderung mengarah ke beras premium.
Kondisi itu mendorong pemerintah daerah meminta dukungan pemerintah pusat agar pasokan beras premium ke Batam diperkuat. Permintaan tersebut, kata Amsakar, langsung direspons.
Pada 26 November 2025, Batam menerima pengiriman awal 48 ton beras premium merek Befood Sentra Ramos dan Befood Punabawan dari Sentra Pengolahan Beras Subang melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Di hari yang sama, tambahan 8 ton beras premium juga dikirim dari Lampung.
Selain itu, pasokan dalam jumlah besar juga dijadwalkan datang dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sekitar 4.000 ton beras kemasan 50 kilogram dengan kadar patah 15 persen direncanakan masuk ke Batam, meski sempat terkendala ketersediaan alat angkut.
“Setelah kami bertemu Menteri Pertanian, kesimpulannya jelas. Dengan pasokan yang sudah masuk dan yang akan datang, cadangan beras premium Batam aman,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, gejolak harga pangan saat ini tidak terjadi pada beras. Kenaikan justru terpantau pada komoditas lain seperti cabai, ayam, dan telur.
“Untuk beras, situasinya terkendali,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Pastikan Pasokan Beras Terjamin Selama Nataru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







