Studi Kelayakan Pelabuhan Batuampar Disusun BP Batam Bersama PSA

Ekspor Kepri 2021
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Kota Batam, baru-baru ini. Ekspor Kepri mengalami kenaikan pada Maret 2021. (foto: gokepri/andi)

Batam (GoKepri.com) – Ongkos logistik yang tinggi di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Kota Batam, akan ditekan. Studi kelayakan akan disusun Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Port of Singapore Authority (PSA).

Meski masih sebatas rencana, informasi soal kerja sama otoritas pelabuhan BP Batam dan PSA pertama kali diungkap oleh Menteri Kedua Luar Negeri Singapura Mohamad Maliki Osman pada pekan lalu.

Maliki dalam sesi dialog bersama enam pimpinan media menjawab pertanyaan bagaimana Singapura melihat mengenai rencana pengembangan pelabuhan dan bandara di Batam.

Maliki kemudian mengatakan ia mendapat laporan bahwa PSA dan BP Batam akan meneken Memorandum of Understanding (MoU) pada 26 Agustus 2022 untuk memulai feasibility study atau studi kelayakan.

Studi mencakup bagaimana meningkatkan proses logistik di Batuampar sampai menekan ongkos di sana yang dianggap lebih tinggi dibanding pelabuhan-pelabuhan lain.

“Jika PSA yang berkenan berinvestasi dan BP Batam bersedia, saya rasa maka kita bisa bekerja sama,” ujar Maliki.

Rencana kemitraan PSA dan BP di Batuampar juga sudah diamini Walikota Batam ex officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi. Usai penanaman pohon jati emas pada Rabu 24 Agustus, Rudi menjelaskan ihwal rencana kesepakatan studi kelayakan bersama PSA.

Tujuan dari studi kelayakan ini untuk menurunkan biaya logistik yang tinggi di pelabuhan Batuampar. Rudi menjelaskan Kota Batam sebagai kota industri sangat membutuhkan pelayanan moda transportasi dan logistik yang memadai untuk menunjang proses impor dan ekspor barang.

Untuk itu, kerja sama itu perlu dilakukan namun harus melalui studi yang panjang. “(Kerja sama denga) PSA dalam waktu dekat akan kami tandatangani. Tapi sebelum kerja sama mereka akan menurunkan tim studinya dulu ke Batam,” kata Rudi saat ditemui usai menanam pohon jati emas di bilangan Batam Center, Rabu 24 Agustus 2022.

Ia menjelaskan yang menjadi kendala di pelabuhan Batuampar selama ini ialah proses logistik yang manual dan biaya tinggi. Lalu cara operasi pelabuhan yang masih lambat. Sehingga rencana kerjasama itu dianggap perlu untuk menunjang peningkatan logistik di Batuampar.

“Pelabuhan kita masih bisa menampung kira-kira 600-700 ribu TEUs kontainer pertahun. Tidak bisa banyak. Maka kami kerja sama dengan PSA,” jelas Rudi.

Nantinya ketika tim studi dari Singapura sudah turun dan melihat bagaimana proses logistik di Batuampar, kerja sama itu akan dilanjutkan. “Mereka akan turun survei. Jadi apa yang mau kita kerjakan, kita paparkan ke mereka. Kami butuh ini itu. Kalau kami tidak punya uang, tinggal tawarkan kerja sama, mau tidak mereka kerjakan,” kata Rudi.

Sementara itu Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Dendi Gustinandar menyebut hubungan kerjasama itu masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya, menyebut akan mengumumkan kerjasama atau MOU itu jika sudah resmi. “Nota kesepahaman itu nanti. Kan ini masih rencana, kalau sudah ada kami akan umumkan,”katanya

Meski begitu, dirinya mengungkap alasan mengapa biaya logistik masih mahal. Ia mengungkap berbagai upaya BUP BP Batam untuk menekan tarif logistik tersebut, di antaranya dengan membangun infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan.

Ia menjelaskan saat ini pelabuhan Batuampar masih menggunakan alat yang konvensional untuk pengoperasiannya. “Jika menggunakan kontainer konvensional jumlah kontainer yang bisa diangkut hanya 4-8 unit per jam, dengan container crane jumlahnya meningkat sampai 24 unit per jam,” katanya.

Ia optimistis Batam memiliki potensi yang cukup untuk terus berkembang dan bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan kelas dunia. Dendi menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, secara bertahap, pelabuhan di Batam juga dapat bersaing dalam kancah logistik dunia bersama negara tetangga.

“Kita selalu punya kelebihan karena lokasi yang strategis. Sekarang intinya berproses secara bertahap, dengan berbagai pembenahan dan pembangunan infrastruktur dan fasilitas,” kata  Dendi.

Penulis: Engesti

Pos terkait