SPPG Kepri Dikebut, Pulau Terluar Jadi Prioritas

Dapur MBG Batam
Seorang pekerja di Dapur SPPG Polda Kepri memperlihatkan menu Makanan Bergisi Gratis (MBG) yang siap didistribusikan kepada pelajar di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepri, Senin (25/8/2025). ANTARA/Laily Rahmawaty

BATAM (gokepri) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau baru berjalan setengah jalan. Hingga pertengahan Januari 2026, baru 127 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi dari target 253 unit di seluruh provinsi.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan percepatan pembangunan dapur MBG menjadi kunci agar program ini benar-benar menjangkau anak-anak hingga ke pulau-pulau terluar.

“SPPG adalah ujung tombak keberhasilan program ini. Dari target 253 unit, baru 127 yang berjalan. Artinya masih ada sekitar 127 dapur yang harus segera dipenuhi,” kata Nyanyang, Jumat (16/1).

HBRL

Baca Juga: 46 Dapur SPPG di Batam Kantongi Sertifikat Higienitas

Menurut Nyanyang, tantangan utama MBG di Kepri bukan hanya jumlah dapur, tetapi pemerataan layanan. Karakter wilayah kepulauan membuat distribusi makanan bergizi tidak bisa disamakan dengan daerah daratan.

Karena itu, Pemprov Kepri memprioritaskan penambahan SPPG di pulau-pulau terdepan dan wilayah yang selama ini sulit dijangkau layanan gizi. Langkah ini diharapkan memperkecil kesenjangan pemenuhan gizi anak antarwilayah.

Dengan capaian 127 SPPG, Kepri saat ini masuk lima besar nasional dalam pelaksanaan Program MBG. Namun Nyanyang menilai capaian itu belum cukup jika belum berdampak langsung pada penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak.

“Target akhirnya bukan peringkat, tapi anak-anak Kepri benar-benar mendapatkan makanan bergizi secara rutin,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran melalui APBD, baik untuk pembangunan infrastruktur dapur layanan gizi maupun operasionalnya. Pemerintah juga membentuk satuan tugas MBG di setiap kabupaten dan kota.

Satgas ini bertugas mengawasi kualitas makanan, memastikan standar gizi terpenuhi, serta mengevaluasi kekurangan di lapangan.

“Pengawasan akan terus kami perkuat. Jika ada kekurangan, akan segera dibenahi agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Nyanyang.

Baca Juga: 8 Januari, SPPG Batam Kembali Layani Penerima Manfaat MBG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait