BATAM (gokepri) – PLTS 1 MWp di Pulau Sembur, Batam, mulai diarahkan menopang kegiatan ekonomi warga yang sebelumnya bergantung pada genset. Daya listrik itu disertai baterai, pabrik es, dan gudang pendingin untuk memperkuat usaha nelayan.
Pulau Sembur sebelumnya mengandalkan genset sebagai sumber listrik. Ketergantungan tersebut membebani ekonomi masyarakat sehingga pengembangan energi surya diarahkan sekaligus menjawab kebutuhan produktif warga.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Kementerian Koperasi mengoptimalkan PLTS tersebut sebagai bagian dari pengembangan PLTS Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Baca Juga: PLTS Koperasi Siap Beroperasi di Pulau Sembur Batam
PLTS Pulau Sembur memiliki kapasitas 1 megawatt peak (MWp) dengan dukungan baterai berkapasitas 1 megawatt hour (MWh). Infrastruktur itu ditujukan memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga.
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan ukuran keberhasilan proyek bukan hanya tersedianya pasokan listrik. Pemanfaatan energi tersebut diarahkan agar berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Energi bukan hanya tentang menghasilkan listrik,” kata John dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pemanfaatan PLTS dipadukan dengan pengembangan fasilitas ekonomi melalui koperasi. Di Pulau Sembur, proyek tersebut mencakup pembangunan pabrik es berkapasitas 4 ton per hari dan gudang pendingin.
Fasilitas itu ditujukan untuk menjawab kebutuhan nelayan terhadap penyimpanan hasil tangkapan. Dengan pendinginan yang memadai, ikan dapat dipertahankan kualitasnya sebelum dipasarkan.
John mengatakan penyimpanan berpendingin dan pembuat es memberi kesempatan kepada nelayan memperpanjang daya simpan hasil tangkapan. Fasilitas tersebut juga dapat mendukung pengembangan usaha perikanan masyarakat.
“Nelayan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan lebih baik dan mengembangkan usaha ikannya,” ujar John.
Dengan demikian, listrik dari PLTS tidak berhenti sebagai pengganti genset. Energi tersebut menjadi bagian dari infrastruktur yang menopang kegiatan ekonomi berbasis koperasi dan perikanan.
Pertama Kali Upacara dengan Listrik Surya
Pemanfaatan energi baru itu terlihat dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Untuk pertama kalinya, masyarakat Pulau Sembur menggelar upacara bendera dengan pasokan listrik dari PLTS.
Sound system yang mengumandangkan lagu Indonesia Raya hingga rangkaian kegiatan upacara siswa menggunakan listrik yang bersumber dari energi matahari. Peristiwa tersebut menjadi salah satu gambaran awal pemanfaatan listrik baru di pulau itu.
Bagi Pertamina NRE, penggunaan listrik dalam kegiatan masyarakat menunjukkan bahwa proyek energi dapat terhubung dengan kebutuhan sehari-hari warga. Namun, sasaran utamanya tetap memperluas manfaat listrik untuk kegiatan produktif.
“Yang kami harapkan bukan hanya listriknya menyala, tetapi masyarakat bisa semakin banyak mengembangkan usahanya,” kata John.
Pertamina NRE dan Kementerian Koperasi mengarahkan pengembangan PLTS Pulau Sembur sebagai bagian dari program PLTS Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Infrastruktur energi dan fasilitas pendukung ekonomi tersebut diharapkan terus memperluas pemanfaatan listrik bagi masyarakat setempat. ANTARA
Baca Juga: Saat Koperasi Menjadi Pengelola Energi Desa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









