SMK Go Global Siapkan Tenaga Kerja Kepri ke Turki

Peserta SMK Go Global mengikuti pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris untuk persiapan kerja di Turki.
Peserta program KP2MI SMK Go Global dibawah BP3MI Kepri pada pelatihan peningkatan kapasitas di Batam, Kepri, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Amandine Nadja

BATAM (gokepri) – Program SMK Go Global menyiapkan lulusan SMK Kepri untuk bekerja di Turki melalui pelatihan keterampilan dan bahasa Inggris. Program ini menjadi upaya memperluas akses tenaga vokasi ke pasar kerja internasional.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau membuka pelatihan perdana bagi 20 lulusan SMK. Mereka mengikuti pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris selama tiga bulan di Batam Tourism Polytechnic.

Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Pemerintah ingin calon pekerja migran memiliki keterampilan sebelum masuk pasar kerja luar negeri. “Batch pertama ini ada 20 orang yang mengikuti pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris,” kata Imam di Batam, Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca Juga: Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri

Peserta mendapat pembiayaan pelatihan dan uang saku selama tiga bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi persyaratan, mereka disiapkan untuk penempatan kerja di Turki.

Program tersebut tidak berhenti pada kelas perdana. BP3MI Kepri berencana menambah dua kelas untuk bidang housekeeping dan pramusaji.

Menurut Imam, kesinambungan pelatihan diperlukan agar tenaga kerja yang kompeten sudah tersedia ketika permintaan tenaga kerja dari luar negeri masuk. Dengan begitu, penempatan tidak dimulai dari pencarian calon pekerja setiap kali ada job order.

“Ketika ada job order, kita sudah punya tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.

Sebagian besar peserta merupakan warga Kepri yang telah menyelesaikan pendidikan SMK. Lulusan SMA juga mendapat kesempatan mengikuti program tersebut.

Minat terhadap program ini jauh lebih besar dibanding kapasitas pelatihan perdana. BP3MI Kepri mencatat sekitar 2.544 orang telah menyatakan minat, sedangkan 276 orang di antaranya sudah mendaftar.

Proses perekrutan dan pengembangan peserta masih berlanjut hingga 2029, mengikuti target program nasional. Pemerintah daerah melihat skema tersebut sebagai peluang memperluas pilihan kerja lulusan pendidikan vokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan lulusan SMK Kepri selama ini relatif mampu memenuhi kebutuhan industri di daerah. Namun, kompetensi tersebut perlu ditambah ketika targetnya bergeser ke pasar internasional.

“Bahasa Inggris dan Mandarin sedang kami dorong agar lebih intensif lagi di sekolah,” kata Andi.

Penguasaan bahasa menjadi salah satu persoalan yang perlu disiapkan sejak pendidikan formal. Keterampilan teknis saja dinilai belum cukup untuk menghadapi kebutuhan perusahaan dan lingkungan kerja di luar negeri.

Karena itu, penguatan bahasa menjadi bagian penting dari agenda Go Global. Pemerintah daerah ingin kemampuan lulusan vokasi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan industri lokal, tetapi juga memenuhi standar pasar kerja internasional.

Program perdana tersebut menggandeng Batam Tourism Polytechnic sebagai mitra pelatihan. Kolaborasi itu mempertemukan BP3MI, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan vokasi dalam menyiapkan calon pekerja migran.

Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin mengatakan 20 peserta yang terpilih berusia 20 hingga 35 tahun. Mereka diharapkan menjalani pelatihan sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja internasional.

“Kalian yang terpilih di sini akan menjadi wajah Indonesia di kancah global,” ujar Siska.

Bagi pemerintah, penempatan ke luar negeri bukan sekadar membuka kesempatan kerja bagi lulusan sekolah. Kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar menjadi prasyarat agar pekerja migran dapat bersaing sekaligus memberi kontribusi terhadap devisa negara. ANTARA

Baca Juga: Pemprov Kepri Bidik Penyerapan Lulusan SMK Lewat Kemitraan dengan Industri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait