Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri

PPDB di Kepri
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri melalui kerja sama antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perusahaan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus memperbesar peluang mereka untuk langsung terserap ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kerja sama dengan industri tidak hanya sebatas MoU, tetapi juga mencakup penyusunan kurikulum, program magang, guru tamu dari industri hingga penyerapan lulusan,” kata Andi Agung, Selasa.

Menurut dia, pemerintah bersama Kementerian Pendidikan telah menetapkan sejumlah bidang keahlian SMK sebagai sektor prioritas yang disesuaikan dengan perkembangan kawasan industri di Kepri.

Penyesuaian tersebut terutama diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri di kawasan ekonomi khusus (KEK) serta klaster manufaktur, maritim dan digital yang berkembang pesat di Batam, Bintan dan Karimun.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan dilibatkan dalam penyusunan materi pembelajaran sehingga kompetensi yang diberikan di sekolah dapat menyesuaikan standar operasional dan kebutuhan industri.

Selain itu, siswa mendapatkan kesempatan menjalani praktik kerja lapangan melalui program magang. Praktisi industri juga dilibatkan sebagai guru tamu untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja.

“Harapannya, ketika lulus mereka tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja karena sudah mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kepri, sejumlah SMK negeri di kabupaten/kota telah menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Kerja sama tersebut mencakup ratusan perusahaan dengan jumlah terbanyak berada di Kota Batam.

Di Batam, sebanyak 12 SMK negeri tercatat memiliki kerja sama dengan industri. Jumlah kerja sama yang tercatat mencapai sekitar 450 kemitraan.

Beberapa sekolah dengan jumlah kerja sama cukup besar antara lain SMK Negeri 5 Batam sebanyak 110 kerja sama, SMK Negeri 11 Batam 60 kerja sama, SMK Negeri 10 Batam 43 kerja sama, SMK Negeri 1 Batam 42 kerja sama, serta SMK Negeri 7 dan SMK Negeri 8 Batam masing-masing 34 kerja sama.

Di Bintan, empat SMK negeri tercatat memiliki total 195 kerja sama dengan industri. Sementara di Karimun terdapat lima SMK dengan total 135 kerja sama.

Adapun di Natuna, lima SMK negeri tercatat memiliki 49 kerja sama. Di Lingga, empat SMK memiliki 29 kerja sama, sedangkan empat SMK di Anambas tercatat memiliki sekitar 40 kerja sama.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja.

Andi Agung menjelaskan pola pengembangan pendidikan vokasi juga disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

Untuk kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), pendidikan vokasi lebih diarahkan untuk menopang kebutuhan industri berskala besar seperti manufaktur berteknologi tinggi, industri minyak dan gas, galangan kapal hingga sektor pariwisata.

Sementara kawasan Natuna, Anambas dan Lingga diarahkan pada penguatan sektor ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya maritim dan digitalisasi pelayanan daerah.

“Untuk wilayah NAL, fokusnya tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda lokal agar potensi komoditas laut dan pertanian bisa diolah dan memiliki nilai tambah,” katanya.

Dengan pola tersebut, pendidikan SMK di Kepri diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan tenaga terampil yang sesuai dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah.

Pemerintah Provinsi Kepri pun terus mendorong agar kerja sama sekolah dan industri diperluas sehingga semakin banyak lulusan SMK yang memiliki sertifikasi kompetensi, pengalaman kerja dan peluang rekrutmen langsung setelah lulus. *

Penulis: Engesti

Pos terkait