Calon mahasiswa bisa mengecek desil keluarga melalui portal DTSEN BPS. Hasilnya menjadi salah satu informasi dalam proses KIP Kuliah.
JAKARTA (gokepri) — Calon mahasiswa yang ingin mendaftar KIP Kuliah 2026 dapat mengecek data desil kesejahteraan keluarganya melalui portal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Informasi ini penting karena kondisi sosial ekonomi menjadi salah satu bagian dalam penentuan sasaran bantuan pendidikan.
KIP Kuliah ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Karena itu, data sosial ekonomi keluarga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi kelayakan.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Mulai Cair, Ini Cara Cek Penerima
Apa Itu Desil DTSEN?
Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Secara umum, desil 1 mencakup kelompok miskin ekstrem, desil 2 kelompok miskin, desil 3 hampir miskin, dan desil 4 rentan miskin. Desil 5 berada pada kelompok ekonomi menengah ke bawah, sedangkan desil 6 hingga 10 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah hingga lebih tinggi.
Pengelompokan tersebut digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menentukan sasaran berbagai program bantuan.
Untuk KIP Kuliah 2026, calon mahasiswa dari kelompok kesejahteraan terbawah menjadi prioritas. Namun, masuk dalam desil tertentu tidak berarti seseorang otomatis menjadi penerima KIP Kuliah karena masih ada persyaratan dan proses verifikasi lainnya.
Cara Cek Desil DTSEN
Calon mahasiswa dapat mengecek data desil secara mandiri melalui portal DTSEN milik Badan Pusat Statistik (BPS).
Berikut langkahnya:
1. Buka portal DTSEN BPS di dtsen-form.bps.go.id.
2. Pilih menu “Lainnya”.
3. Masukkan NIK dan kode captcha.
4. Klik “Cek Data”.
5. Jika NIK tercatat, sistem akan menampilkan keterangan bahwa data ditemukan dalam basis data DTSEN.
6. Pilih “Cek Desil”.
7. Masukkan tanggal lahir dan kode captcha.
8. Klik “Cek Data”.
9. Sistem akan menampilkan informasi desil yang tercatat.
Jika data yang muncul tidak sesuai, pendaftar dapat menggunakan opsi “Pembaruan Data” yang tersedia dalam sistem sesuai ketentuan.
Hasil pengecekan desil dapat membantu calon mahasiswa memahami posisi kondisi sosial ekonominya dalam basis data pemerintah. Namun, hasil tersebut bukan penetapan akhir penerima KIP Kuliah.
Calon mahasiswa tetap perlu memenuhi ketentuan KIP Kuliah dan mengikuti seluruh tahapan pendaftaran. Perguruan tinggi juga akan melakukan verifikasi sebelum mengusulkan calon penerima bantuan.
Cara Daftar KIP Kuliah 2026
Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan melalui laman resmi program tersebut. Calon mahasiswa perlu menyiapkan NIK, NISN, NPSN, serta alamat email aktif untuk membuat akun.
Setelah proses registrasi berhasil, sistem memberikan nomor pendaftaran dan kode akses yang digunakan untuk masuk ke akun KIP Kuliah.
Pendaftar kemudian melengkapi data dan mengikuti jalur seleksi perguruan tinggi yang dipilih. Dokumen yang dipersyaratkan juga perlu diunggah sesuai ketentuan.
Perlu diperhatikan bahwa pendaftaran KIP Kuliah dan pendaftaran masuk perguruan tinggi merupakan proses yang berbeda. Calon mahasiswa tetap harus mengikuti jadwal dan mekanisme seleksi perguruan tinggi, termasuk jika memilih jalur mandiri.
Setelah calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi, pihak kampus akan melakukan verifikasi kondisi ekonomi dan persyaratan lainnya sebelum mengusulkan calon penerima KIP Kuliah.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya mengecek data DTSEN lebih awal, memastikan data kependudukan sesuai, serta memantau jadwal KIP Kuliah dan seleksi perguruan tinggi secara bersamaan.
Baca Juga: 34 Siswa SMA Hinterland Batam Terima Beasiswa ke ITS Surabaya dan Polibatam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









