Satgas Energi Dikerahkan, Jalur Mudik Jadi Prioritas

Satgas Energi Pertamina
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menyampaikan keterangan dalam konferensi pers kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 di Kantor Pertamina Sumbagut, Selasa (17/3/2026). Foto: Pertamina Patra Niaga

Satgas Ramadan–Idulfitri disiapkan untuk memastikan distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap lancar di Sumatera Bagian Utara di tengah lonjakan konsumsi.

BATAM (gokepri) — Menjelang puncak arus mudik dan peningkatan konsumsi energi selama Ramadan hingga Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menyiapkan skenario pengamanan pasokan. Melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026, perusahaan pelat merah itu berupaya menjaga distribusi energi tetap stabil di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat.

Satgas tersebut mulai bertugas sejak 9 Maret 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 April 2026. Fokus utama pengamanan mencakup ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), serta bahan bakar pesawat atau Avtur di seluruh wilayah operasional Sumatera bagian utara.

HBRL

Baca Juga: Ketegangan Masih Terjadi di Selat Hormuz, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Kepri Aman

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi musiman. Ia menyebut seluruh sarana distribusi telah disiapkan agar tetap beroperasi optimal selama periode tersebut.

“Kami memastikan seluruh fasilitas distribusi dalam kondisi optimal untuk melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Sunardi dalam konferensi pers di Batam, Selasa, 17 Maret 2026.

Untuk menopang distribusi, Pertamina menyiagakan 296 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam serta 946 agen LPG siaga. Infrastruktur ini tersebar di berbagai wilayah strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama Ramadan dan Idulfitri.

Selain infrastruktur utama, Pertamina juga menambah layanan pendukung. Sebanyak 11 titik Serambi MyPertamina disiapkan sebagai pos layanan terpadu, dilengkapi dengan ambulans untuk mendukung kebutuhan darurat. Di lapangan, distribusi diperkuat melalui 37 unit Motorist BBM dan 309 unit layanan antar LPG.

Perusahaan juga menempatkan 14 titik layanan tambahan berupa kios BBM siaga serta menyiagakan 35 unit mobil tangki untuk memperkuat suplai, terutama di jalur padat kendaraan. Skema ini disusun untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi di titik-titik dengan mobilitas tinggi.

Di sektor transportasi udara, Pertamina meningkatkan cadangan Avtur di sejumlah Aviation Fuel Terminal (AFT). Ketersediaan bahan bakar pesawat tersebut diproyeksikan mampu mengantisipasi kenaikan kebutuhan lebih dari 10 persen dibandingkan kondisi normal.

Langkah antisipatif ini mencerminkan pola tahunan yang selalu muncul setiap Ramadan dan Idulfitri, ketika konsumsi energi meningkat seiring lonjakan perjalanan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan BBM dan LPG cenderung naik, terutama di jalur mudik dan pusat aktivitas ekonomi.

Pertamina menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lain terus diperkuat. Sinergi ini dinilai penting untuk menjaga distribusi tetap aman dan tepat sasaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala selama masa Satgas. Ia menegaskan perusahaan berupaya menjaga keandalan layanan agar masyarakat tidak mengalami gangguan pasokan energi.

“Pemantauan dilakukan secara intensif agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Pertamina juga membuka kanal pengaduan melalui Pertamina Contact Center 135. Layanan ini disiapkan untuk menampung laporan masyarakat terkait distribusi maupun ketersediaan energi selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga: Mobil Terbakar di Depan SPBU Batu Aji, Pertamina Pastikan Layanan Kembali Normal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait