BATAM (gokepri.com) — Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Kepulauan Riau tetap aman meskipun terjadi ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk di Selat Hormuz.
Sales Area Manager (SAM) Retail Kepri Pertamina Patra Niaga Bagus Handoko mengatakan hingga saat ini tidak terdapat lonjakan pembelian BBM secara signifikan di wilayah Kepulauan Riau.
“Di Kepri tidak ada dampak kenaikan yang signifikan untuk BBM. Dari hasil pemantauan kami juga tidak ada panic buying, dan itu merupakan indikasi yang baik,” kata Bagus, Kemarin.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM karena suplai untuk wilayah Kepulauan Riau masih terjaga dengan baik.
Menurutnya, potensi gangguan di jalur pelayaran internasional seperti Selat Hormuz sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap pasokan BBM di daerah tersebut.
“Kalau perlu kita ajak masyarakat di Kepri untuk tidak khawatir. Insyaallah ke depan gangguan yang terjadi di Selat Hormuz tidak terlalu berdampak signifikan terhadap suplai,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta tetap melakukan pembelian BBM secara normal sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Masyarakat silakan melakukan pembelian secara reguler, tidak perlu panic buying, apalagi melakukan penimbunan,” katanya.
Bagus juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan melakukan penghematan jika memungkinkan.
“Kalau masyarakat cukup bijak dan mau berhemat tentu itu lebih baik, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Terkait harga BBM, ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme evaluasi berkala terhadap produk BBM bersubsidi yang dilakukan setiap bulan oleh kementerian terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurutnya, mekanisme tersebut sudah berjalan sejak sebelum munculnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran terhadap distribusi energi global.
“Produk subsidi memang dievaluasi setiap bulan oleh kementerian terkait. Bahkan sebelum adanya situasi perang pun mekanisme itu sudah berjalan,” katanya.
Hingga saat ini, lanjutnya, belum terdapat perubahan harga BBM bersubsidi sebagai dampak dari situasi global tersebut. *
Penulis : Engesti








