BATAM (gokepri) – Safari Ramadan bukan sekadar agenda ibadah bersama. Kegiatan itu juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad memanfaatkan forum tersebut untuk menyerap masukan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Pesan itu ia sampaikan saat melanjutkan rangkaian Safari Ramadan di Musala At-Taubah dan Masjid Nurul Falah di kawasan Golden Park, Nongsa, Rabu, 4 Maret 2026.
Dalam pertemuan dengan jemaah, Amsakar menilai Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kunjungan ke rumah ibadah, pemerintah dapat mendengar langsung kebutuhan warga di tingkat lingkungan.
Baca Juga: Safari Ramadan di Pulau Karas, Kepala BP Batam Amsakar Dukung Kemakmuran Masjid
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam pembahasan yang berpotensi memicu perpecahan. Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi fondasi penting bagi pembangunan Batam sebagai kota perdagangan dan investasi.
“Ramadan adalah momentum untuk berbenah sekaligus mempererat silaturahmi. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus benar-benar terasa,” kata Amsakar di hadapan jemaah.
Selain berdialog dengan warga, Amsakar juga menyerahkan bantuan operasional untuk Musala At-Taubah dan Masjid Nurul Falah. Bantuan itu diharapkan mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat.
Ia berharap kebersamaan masyarakat Batam terus terjaga di tengah keberagaman latar belakang warganya. Stabilitas sosial, menurut Amsakar, menjadi salah satu kunci penting bagi kelancaran pembangunan kota.
“Mari kita jaga kekompakan ini. Kami berharap setiap kebijakan pemerintah dapat membawa kebaikan bagi Kota Batam,” ujar Amsakar.
Baca Juga: Arah Politik Amsakar dan Reaksi Pietra Paloh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









