Prabowo menyebut Rusal akan membangun pabrik pengolahan bersama perusahaan Indonesia. Pemerintah belum memerinci nilai dan proyek investasinya.
JAKARTA (gokepri) — Rencana investasi besar perusahaan aluminium Rusia, United Company Rusal (Rusal), di Indonesia belum masuk tahap yang rinci di pemerintah. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto setelah kunjungannya ke Rusia untuk menentukan tindak lanjut investasi tersebut.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan kementeriannya akan mendalami pernyataan Prabowo dan berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait.
Baca Juga: Rusia Bangun Pabrik Turbin Gas di Batam
“Apa yang disampaikan Pak Presiden tentu nanti akan kami dalami seperti apa,” kata Edi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Edi belum menjelaskan bentuk proyek, nilai investasi, lokasi, ataupun jadwal masuknya Rusal ke Indonesia. Pemerintah, kata dia, masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden setelah Prabowo kembali dari Rusia.
“Paling tidak menunggu nanti setelah beliau sampai di Tanah Air, apa direction yang akan dilakukan,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo menyebut Rusal akan masuk ke Indonesia bersama sejumlah kelompok atau perusahaan Indonesia. Pernyataan itu disampaikan ketika Prabowo menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Dalam forum tersebut, Prabowo menyebut Rusal sebagai salah satu perusahaan aluminium terbesar di dunia. Ia mengatakan perusahaan Rusia itu akan mengembangkan pabrik pengolahan bersama kelompok usaha Indonesia.
“Rusia akan masuk secara besar-besaran ke Indonesia, mengembangkan pabrik pengolahan bersama dengan kelompok-kelompok Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyatakan Indonesia menantikan lebih banyak kerja sama antara perusahaan Rusia dan Indonesia. Selain pengolahan hasil tambang, kerja sama tersebut mencakup sektor energi.
Rencana Rusal menjadi bagian dari pembicaraan yang lebih luas mengenai hubungan ekonomi Indonesia-Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya memberi perhatian pada pengembangan kerja sama bilateral di sejumlah bidang, termasuk pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi.
Sektor energi nuklir menjadi salah satu bidang yang disorot Putin. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik.
“Kami memberikan perhatian pada pengembangan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir,” ujar Putin. BLOOMBERG TECHNOZ
Baca Juga: Swadaya ke Rusia, Tim Biologi Indonesia Pulang dengan Dua Emas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









