Batam (gokepri) – Hari yang dinanti akhirnya tiba bagi jemaah haji Debarkasi Batam, Kepulauan Riau. Suasana di Asrama Haji Batam dipenuhi dengan kehangatan dan haru yang menyambut kepulangan jemaah yang telah lama dinantikan oleh keluarga.
Kembali ke pelukan keluarga adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap jemaah haji. Setelah melalui perjalanan yang penuh suka cita, kelelahan, dan spiritualitas, kepulangan jemaah haji merupakan kebahagiaan yang meluap-luap bagi mereka dan keluarga yang telah menantikan.
Salah satu keluarga jemaah asal Karimun, bernama Tiwireteno, 46 tahun, telah menunggu di asrama haji sejak Selasa (4/7) sore pukul 17.00 WIB. Wajahnya penuh keceriaan, namun jantungnya masih berdebar kencang. Hari ini, ia akhirnya akan bertemu dengan suaminya yang tiba di Kota Batam setelah menyelesaikan ibadah haji.
“Jantung itu rasanya masih berdebar kencang sekarang. Tamu Allah SWT semua (jemaah haji). Alhamdulillah, suami saya bisa pulang dengan selamat,” ucap Tiwireteno dengan suara yang penuh syukur.
Rasa haru dan syukur tidak berhenti mengalir dari raut wajah Tiwireteno. Bersama kedua anaknya, mereka tak sabar untuk segera berjumpa dengan sang ayah. Tiwireteno bahkan sudah menyiapkan makanan kesukaan suaminya agar mereka dapat menikmatinya bersama. “Nantinya, kami akan menginap sejenak di sini sebelum akhirnya pulang ke Karimun,” jelas Tiwireteno.
Ia sempat bercerita awal mula suaminya mendaftar haji. Suaminya mendaftar haji melalui kemenangan Karimun dan berangkat bersama kloter pertama Debarkasi Batam beberapa bulan yang lalu.
Sementara itu, Kepala Bidang Penerimaan dan Keberangkatan Jemaah Haji, Edi, mengungkapkan kloter pertama yang tiba di Tanah Air terdiri dari 369 jemaah. Mereka berasal dari Kota Batam, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Karimun.
Perjalanan pulang jemaah dimulai dari Jeddah pada pukul 13.00 waktu Arab Saudi menggunakan maskapai Arab Arabia Airlines. Setelah melewati perjalanan yang panjang dan penuh makna, mereka tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 17.00 WIB.
Para jemaah akan beristirahat semalam di Asrama Haji Batam sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke kabupaten/kota masing-masing. Edi menjelaskan selama proses kepulangan jemaah haji di Debarkasi Batam, tidak ada kendala yang signifikan. Meski demikian, terdapat kabar sedih bahwa sebanyak 20 jemaah meninggal dunia selama perjalanan haji.
“Di Kepri, terdapat satu jemaah yang meninggal pada kloter 5 asal Kota Batam,” ungkap Edi.
Baca Juga: Proses Kepulangan Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Batam Berlangsung Lancar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









