Promo 10 Kupon Air Isi Ulang Satu Masalah

Air Mindy Batam
Pabrik Mindy Air Mineral di kawasan Kabil Industrian Estate, Kota Batam. (Foto: Mindy.id)

Mindy Air Mineral gencar melakukan promosi demi harga air minum kemasannya terjangkau daya beli. Konsumen akan memperoleh 1 galon gratis, 10 kupon gratis isi ulang dan harga Rp5.000 setelah kuponnya habis. Membuat gerah pengusaha depot air minum kemasan galon di Tanjungsengkuang.

Batam (Gokepri.com) – Iming-iming galon air yang ditawarkan Mindy Air Mineral ini diluncurkan sejak enam bulan terakhir atau selama pandemi Covid-19. Konsumen akan mendapatkan satu galon gratis ditambah 10 kupon air isi ulang secara cuma-cuma. Kupon gratis habis, pelanggan Mindy akan mendapatkan harga Rp5.000 untuk setiap isi ulang.

Promosi gencar ini menjadi strategi pemasaran Mindy untuk bangkit dari kelesuan ekonomi yang menggayuti dunia usaha dan daya beli di Batam akibat pandemi.

“Dari sisi bisnis memang keuntungan sangatlah penting, namun khusus untuk produk air minum sehat sebagai salah satu kebutuhan mutlak manusia, keuntungan bukanlah motif utama. Oleh sebab itu bagi kami kualitas saja tidaklah cukup melainkan harus pula terjangkau oleh daya beli masyarakat,” papar Sales & Promotion Manager Mindy Air Mineral Budi Kurniawan di bilangan Tiban, Sabtu (10/4/2021).

Mindy Air Mineral adalah air minum kemasan asal Batam yang diproduksi PT Wahana Tirta Milenia. Perseroan sudah 18 tahun berbisnis air minum kemasan di kota ini. Belasan tahun menjual air minum kemasan, Mindy selain penetrasi ke konsumen rumah tangga, juga menggarap segmen korporasi seperti hotel, pabrik dan perbankan.

Pabriknya berlokasi Kabil Industrial Estate. Lokasi yang juga tempat mereka membeli air baku dari waduk di sana. Sejak 2015, PT WTM berada di bawah kepemilikan Halden United Investment Pte Ltd, korporasi asal Singapura yang memiliki banyak portofolio makanan dan minuman kemasan.

Sejak penghujung akhir tahun lalu, PT WTM memangkas jalur distribusi Mindy Air Mineral. Yang biasanya dikirim ke agen lalu sampai ke konsumen, sejak enam bulan terakhir air galonnya diantar langsung ke konsumen. Strategi ini dibarengi dengan promo satu galon gratis, kupon 10 isi ulang secara cuma-cuma dan harga Rp5.000 per galon setelah manfaat promo berakhir.

Promo ini menuai masalah. Pengusaha depot air minum isi ulang di kawasan Tanjungsengkuang protes dan mengadukan Mindy ke Komisi I DPRD Batam. Komisi I menerima aspirasi itu lalu memanggil PT WTM untuk menghadiri rapat dengar pendapat bersama pengusaha depot, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Batam. RDP digelar Senin 5 April 2021.

Para pengusaha depot dari Tanjungsengkuang, Batuampar, ini menganggap Mindy merampas pendapatan mereka dengan strategi promo galon gratis dan harga Rp5.000. Harga yang sama dengan kebanyakan depot air minum isi ulang. “Sudah tiga bulan terakhir kami dirugikan,” ungkap Fachrul, koordinator pengusaha depot air minum saat rapat. Sedang perwakilan BPSK dalam rapat menyebut persoalan persaingan harga semestinya dimediasi di Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

WTM menolak anggapan promo harga Rp5.000 per galon adalah harga baru yang dipasarkan Mindy untuk segmen konsumen rumah tangga. Harga Rp5.000 adalah harga yang mereka banderol saat distribusi lewat agen. Harga yang sama ketika Mindy mengirim langsung ke konsumen tanpa jalur agen. Harga tersebut jauh lebih murah ketimbang harga komersil untuk konsumen korporasi. Budi menyatakan perseroan tidak memaksa konsumen untuk berlangganan Mindy dengan harga Rp5.000 setelah kupon gratis habis. “Galonnya tetap punya warga, monggo kalau tidak mau berlangganan. Ini soal kepentingan konsumen, hak konsumen,” kata Budi.

Lewat promo ini, Mindy penetrasi ke tiga kecamatan, di antaranya Sagulung dan Batuampar serta sebagian kecil di Tiban. Sagulung adalah pasar utama.

Tapi protes soal persaingan harga muncul dari bilangan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar. Menurut Budi Kurniawan, strategi mereka ini malah mendapat respons positif dari konsumen karena selain harga terjangkau daya beli juga memudahkan konsumen. Rencananya, promo akan menyasar beberapa kecamatan lain.

“Promo ini berangkat dari keinginan kami mendukung pemerintah dalam upaya penguatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi,” ujar Budi.

Budi memastikan promo ini tidak merugikan perusahaan secara bisnis karena sudah melalui perhitungan biaya promosi produk ke dalam ongkos total produksi demi menjaga pendapat margin. Ia memastikan pula perusahaannya tidak melanggar aturan apapun termasuk soal harga lewat promosi ini.

Harga air minum kemasan di Indonesia sejauh ini memang belum memiliki aturan batas dan batas bawah. Menurut Budi, perseroan sudah melakukan riset harga sebelum program promo ini diluncurkan. “Kami bisa buktikkan tetap ada profit dari program ini,” kata Budi.

WTM menanggapi respons negatif dari pengusaha depot air minum isi ulang di Tanjungsengkuang dengan serius. Menurut Budi, sejauh ini perseroan senantiasa berupaya mengedepankan langkah persuatif dengan merangkul mereka yang merasa dirugikan akibat program tersebut melalui beberapa alternatif.

Mulai dari tawaran perekrutan sebagai karyawan, hingga pemberian edukasi bagi usaha depot air minum rumahan agar mampu memproduksi air sehat layak minum sesuai standard yang ditetapkan pemerintah, dengan biaya seminim mungkin, sehingga diharapkan mereka mampu bersaing secara sehat namun tetap mempertahankan margin keuntungan secara layak.

Persoalan harga Rp5.000 dan promo Mindy sempat menyeret ihwal kualitas air minum dalam rapat dengan DPRD. Pengusaha depot mempertanyakan soal kualitas Mindy Air Mineral lewat promo gratis dan harga Rp5.000. Menurut Budi, promo ini bagian dari investasi perusahaan tapi tidak sama sekali mengurangi kualitas air minum mereka.

Ia menjawab berbagai pertanyaan menyangkut kualitas produk Mindy yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mendapatkan ijin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kualitas Mindy juga dicek lagi setiap tahun sekali oleh Sucofindo. “Sehingga walaupun harganya murah kualitasnya tidak perlu diragukan. Mindy produk unggul berkualitas dengan harga murah namun tidak murahan,” kata dia.

Dalam rapat dengan DPRD Batam dan pengusaha depot, Legal PT Wahana Tirta, Nur Wafiq Warodat, memastikan sebelum didistribusikan ke konsumen, perusahaannya sudah melalui beberapa uji klinis. Perseoran juga mengantongi sertifikat SNI yang dikeluarkan dari Medan dan juga ada izin edar dari BPOM. “Kami tidak mau ambil resiko, kami semuanya tertib, izin lengkap,” kata dia dalam rapat.

Tensi Mindy dengan pengusaha depot air minum isi ulang menjadi bukti persaingan depot air minum rumahan dan industri air minum dalam kemasan di Batam. Depot air minum isi ulang terus bermunculan yang kemudian menjadi pesaing berat industri. Berdasarkan data yang diperoleh Gokepri, seluruh pengusaha depot air minum isi ulang menguasai pangsa pasar air minum isi ulang di kisaran 60 persen. Sisanya digarap industri.

Sedangkan berdasarkan data pengawasan Dinas Kesehatan Kota Batam, ada 843 depot air minum isi ulang hingga 2018. Jumlah depot itu turun menjadi 650 dari data pengawasan yang sama pada setahun setelahnya. Jumlah depot air minum isi ulang di Batam diyakini mencapai ribuan karena ada yang tidak mengurus izin kesehatan ke dinas setempat. (Can)

|Baca Juga:

BAGIKAN