BATAM (gokepri) – Kota Batam ditetapkan sebagai tuan rumah Seminar Rembug Fiskal Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah I Sumatera pada September 2026. Kegiatan yang akan dihadiri 24 wali kota anggota Apeksi se-Sumatera itu berfokus pada strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penetapan Batam sebagai tuan rumah diputuskan dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Apeksi di Banda Aceh, Senin (20/4/2026). Seminar ini akan menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri serta berbagi praktik terbaik antardaerah, termasuk dari Batam yang dinilai memiliki kinerja fiskal cukup baik.
“Batam akan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan fiskal daerah, termasuk strategi dan inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan PAD,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri yang hadir dalam rapat tersebut.
Baca Juga: Setahun Amsakar–Li Claudia, PAD Batam Tumbuh 32 Persen
Reputasi fiskal Batam memang menjadi salah satu alasan penunjukan itu. Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri, Batam termasuk daerah dengan tingkat kemandirian fiskal yang relatif tinggi. Pada tahun anggaran 2026, APBD Batam ditetapkan sebesar Rp 4,3 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 2,58 triliun atau 62 persen bersumber dari PAD, sementara Rp 1,6 triliun atau 38 persen berasal dari dana transfer pemerintah pusat.

Forum rembug fiskal ini akan membahas berbagai strategi daerah dalam menggali potensi PAD, termasuk inovasi kebijakan dan optimalisasi sektor-sektor pendapatan. Selain pertimbangan fiskal, infrastruktur dan aksesibilitas Batam juga menjadi faktor penentu. Kota ini memiliki konektivitas udara dan transportasi laut yang memadai, serta ketersediaan lebih dari 14.000 kamar hotel.
Baca Juga: Yusfa Hendri: Pengaduan Masyarakat Jadi Instrumen Perbaikan Pemerintahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








