Diplomat karier Arrmanatha Nasir memimpin Kementerian Luar Negeri. Ia menggantikan kader Gerindra, Sugiono.
JAKARTA (gokepri) – Pucuk pimpinan diplomasi Indonesia kini bergeser ke tangan sosok pakar yang kaya pengalaman di kancah internasional. Presiden Prabowo Subianto mengangkat Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri baru menggantikan Sugiono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).
Pria yang akrab disapa Tata ini sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Saat itu, ia mengucap sumpah jabatan bersama dua wakil menteri lainnya, yakni Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.
Baca Juga: Presiden Prabowo Umumkan Nama-Nama Wakil Menteri Kabinet Merah Putih
Tata lahir di Bangkok, Thailand, pada 1971 dan mengantongi rekam jejak mentereng mulai dari duta besar hingga perwakilan tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menamatkan pendidikan sarjana ekonomi di University of Buckingham, Inggris, sebelum menempuh pendidikan tingkat magister.
Ia meraih gelar Master of Business Administration dari University of Leicester, Inggris. Ia kemudian memperluas wawasan akademiknya dengan menamatkan studi Master of International Relations di Universitas Indonesia.
Kiprah awalnya bermula saat ia memimpin kursi Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas pada Direktorat Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri rentang 2005–2008. Setelah itu, ia terbang ke New York untuk bertugas sebagai konselor Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) bagi PBB pada 2008–2012.
Selama berkantor di markas PBB, ia mengurus isu ekonomi dan pembangunan pada Komite Kedua Majelis Umum PBB serta Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC). Tata juga memimpin negosiasi sejumlah resolusi internasional mewakili Kelompok 77 negara berkembang (Group of 77) dan China.
Dedikasinya makin bersinar saat ia mengabdi sebagai penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang bagi Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB pada 2010–2011. Sekembalinya ke Jakarta, ia mengemban tugas krusial sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri rentang 2014–2019 guna menyiarkan berbagai kebijakan luar negeri pemerintah.
Tugas diplomatik tingkat tinggi menghampirinya pada 2019 saat ia merintis peran sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Prancis. Mandat ini mencakup wilayah Andorra, Monako, sekaligus mendaulatnya sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO hingga jabatannya berakhir pada 2021.
Pemerintah kembali memercayakan pos Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB dan organisasi internasional di New York kepadanya pada 2021. Ia kemudian menyerahkan surat kepercayaan resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada Januari 2022.
Sepak terjangnya terus membuahkan hasil, terbukti dari posisinya sebagai Wakil Presiden ECOSOC pada 2023. Ia turut memandu sesi Coordination Segment ECOSOC guna mengoordinasikan berbagai komisi fungsional, badan ahli, hingga beragam entitas dalam sistem PBB.
Pada tahun yang sama, Tata menyerahkan surat kepercayaan sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk International Seabed Authority (ISA) di Kingston, Jamaika. Rekam jejak ini mencatatkan namanya sebagai Wakil Tetap RI pertama bagi institusi tersebut pascaperubahan struktur organisasi perwakilan negara.
Isu kemerdekaan Palestina juga menjadi salah satu fokus utama dalam perjalanan karier diplomasinya di panggung global. Tata sempat menduduki kursi Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People yang khusus menangani hak-hak dasar rakyat Palestina pada 2024.
Beragam capaian tersebut membawanya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024 lalu. Kapasitas ini menuntutnya untuk mengawal ketat agenda diplomasi multilateral sekaligus mewakili Indonesia dalam berbagai forum internasional penting.
Baca Juga: Prabowo Rombak Kabinet, Ini Daftar Menteri Baru Hasil Reshuffle
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








