Presiden Prabowo kembali merombak kabinetnya. Posisi strategis menteri dan kepolisian mengalami pergeseran.
JAKARTA (gokepri) – Kabinet Merah Putih kembali dirombak pada tahun kedua masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Belasan pejabat strategis mulai dari menteri koordinator hingga Kepala Kepolisian Republik Indonesia resmi menempati pos baru mereka.
Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan ini di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10). Keputusan tersebut tertuang jelas dalam Keputusan Presiden Nomor 104P dan 105P Tahun 2026 tertanggal 30 September 2026.
Baca Juga: Dilantik Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Sandang Pangkat Jenderal
Sorotan utama tertuju pada Bahlil Lahadalia yang kini memanggul dua tanggung jawab besar sekaligus. Bahlil merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Saya akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Bahlil saat mengulang panduan sumpah. Komitmen tersebut menjadi modal awalnya untuk mengurai tantangan kebijakan hilirisasi sumber daya dan energi yang cukup kompleks.
Pergeseran menarik menyentuh kursi menteri koordinator, seperti Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman yang menggantikan Djamari Chaniago sebagai Menko Politik dan Keamanan. Dudung sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan sejak 27 April 2026 sebelum menyerahkan posisi lamanya kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Listyo melepaskan kursi Kapolri yang ia pegang sejak 2021 demi mengabdi sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Sementara itu, Sugiono maju menggeser Pratikno dari posisi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Tongkat komando korps Bhayangkara kini beralih seutuhnya ke tangan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan lembaga legislatif langsung mengirim berkas persetujuan pengangkatan Suyudi kepada Presiden demi mencegah kekosongan pimpinan kepolisian.
Sektor penyelesaian konflik agraria juga mendapat amunisi segar lewat penunjukan Komjen Polisi Dedy Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Jenderal bintang tiga ini sebelumnya aktif bertugas sebagai Wakil Kepala Polri sebelum akhirnya menerima penugasan baru.
Kabinet Merah Putih pun menyambut kehadiran Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri dan Muhammad Sarmuji selaku Menteri Perindustrian. Keduanya bersiap memimpin kementerian masing-masing demi merumuskan kebijakan luar negeri serta perindustrian yang tangguh.
Kepala negara tidak luput memperkuat barisan wakil menteri guna menopang operasional harian kementerian teknis. Dradjad Hari Wibowo masuk sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, disusul Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Sektor pangan serta lingkungan hidup ikut mendapat tenaga tambahan lewat kehadiran dua wakil menteri baru. Muhammad Saleh Mustafa siap mengurus pos Wakil Menteri Pertanian, sedangkan Irwan Meilano fokus mengemban jabatan Wakil Menteri Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan.
Pemerintah juga menata ulang susunan pimpinan berbagai lembaga negara yang memegang peranan penting bagi publik. Nuzran Joher dan Radian Syam mengisi pimpinan Ombudsman RI, Ariyanto Wibowo menjadi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Komjen Polisi Fadhil Imran mengurus Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Langkah penyegaran institusi ini menandai perombakan kabinet ketujuh sepanjang dua tahun kiprah pemerintahan Presiden Prabowo. Beragam pejabat penting seperti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BIN M. Herindra, hingga Jaksa Agung ST Burhanuddin tampak hadir menyaksikan upacara tersebut.
Baca Juga: Gantikan Listyo Sigit, Suyudi Ario Seto Selangkah Lagi Resmi Jadi Kapolri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








