Potensi Yacht Parkir di Kepri Menggiurkan, Tapi Terganjal Regulasi

potensi yacht parkir di kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan pihak terkait mengadakan Rakor Kepariwisataan, salah satunya membahas potensi Kepri sebagai tempat parkir yacht. Foto: Diskominfo Kepri.

BATAM (gokepri.com) – Berkaca dari negara tetangga, Singapura, yang menguasai parkir yacht dari berbagai negara, potensi yacht untuk parkir di Kepri sangat menggiurkan. Tapi potensi itu masih terganjal regulasi.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad sedang mencari cara memanfaatkan potensi laut Kepri untuk menambah pendapatan bidang pariwisata. Salah satunya mengupayakan lerbih banyak jumlah yacht yang parkir di Kepri.

Ada beberapa entri point di perairan Kepri yang bisa menjadi lokasi memarkirkan kapal layar, yaitu di Nongsa Point Marina (NPM), Lagoi dan Kepulauan Anambas.

HBRL

Baca Juga:

“Informasi dari Pak Dirut NPM DJoko Pramono bahwa saat ini terparkir 6.000 yatch di Marina yang ada di Singapura,” kata Ansar dalam Rapat Koordinasi Bidang Kepariwisataan Kepri, di Batam, Rabu 16 November 2022.

Wilayah laut Kepri yang lebih indah menurutnya bisa menarik minat para pemilik yacht tersebut. Target 20 sampai 30 persen merupakan angka yang masuk akal untuk diraih.

“Jika mereka masuk, dan spending money disini tentunya akan menggerakan perekonomian wilayah kita,” kata Ansar.

Namun, diakuinya rencana itu masih terganjal permit masuk untuk kapal yacht ke wilayah perairan Indonesia.

Dibutuhkan banyak dokumen yang harus dilengkapi pemilik kapal, sementara izinnya lintas instansi dan kementerian.

Ansar mengatakan kalau soal regulasi teknis bisa disederhanakan. Hal-hal yang menyangkut peraturan di daerah bisa dikaji dan dilakukan inovasi.

“Namun jika terkait pusat bisa kita fasilitasi agar diberikan kemudahan tapi tetap tidak melanggengkan dan wisatawan tetap berwisata dengan aman,” jelasnya.

Ansar menyarankan pengelola NPM sebagai salah satu marina bertaraf internasional yang ada di Batam untuk membuat daftar hambatan apa saja yang ditemukan di lapangan terkait keluar masuknya yacht di wilayah Kepri dengan menyurati instansi terkait.

“Surati dulu instansi terkait baik Bea Cukai, Bakamla atau Pemko Batam atau instansi terkait mengenai hambatan perizinan keluar masuk yacht,” kata Ansar.

Surat juga harus di tembuskan ke Gubernur Kepriu agar isa dipelajari. Kemudian Dinas Pariwisata Kepri  akan membuat tim kecil.

Direktur Utama PT Nongsa Terminal Bay Djoko Pramono mengatakan minat wisatawan mancanegara yang ingin masuk ke perairan Indonesia sangat tinggi.

Sayangnya penetapan peraturan masuk secara resmi cukup sulit dan memakan waktu cukup lama.

“Oleh karena itu, kita rapat kali ini, berusaha mencari solusi terbaik agar wisatawan ini bisa masuk dengan mudah bersama yatchnya namun tetap dalam koridor taat aturan hukum dan peraturan di Indonesia,” kata dia.

Apalagi setelah pandemi ini, minat wisatawan untuk masuk ke Batam terus meningkat ditandai juga dengan semakin banyaknya yatch yang parkir di Nongsa Point Marina. Sejak Januari hingga September 2022 jumlahnya sudah mencapai 300 kapal.

“Sebelum pandemi tahun 2018 ada 1.196 kapal yatch yang sandar di sini,” kata dia.

Ia berharap di tahun depan semakin banyak kapal yang parkir di tempat tersebut. Pada 2023 ada 13 agenda boating event yang akan diselenggarakan di Nongsa Point Marina.

“Semoga ini semua dipermudah sehingga recovery pariwisata bisa segera bangkit,” ucapnya.

Turut hadir dalam rakor tersebut Kapolda Kepri Aris Budiman, Plt. Kadis Pariwisata Luki Zaiman Prawira, Kadis Kelautan dan Perikanan Arif Fadillah.

Kemudian Kadis Perhubungan Junaidi, Kadispotmar Lantamal IV Letkol Bambang Sulistiono, Kabid Inhuker zona Kamla Wilayah Barat Kolonel Budi Elyas serta perwakilan Management Nongsa Point Marina.

Penulis: Asrul Rahmawati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait