Polibatam Gandeng Industri Latih Siswa SMKN Batam Kuasai Teknik Visual Testing

Pelatihan Inspeksi Visual oleh Polibatam dengan Industri untuk Siswa SMK di Batam (foto: engesti/gokepri)

BATAM (gokepri) — Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Batam (Polibatam) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kompetensi vokasi melalui penyelenggaraan Program Pelatihan Visual Testing: Kolaborasi Strategis antara Industri dan SMKN Batam. Pelatihan yang merupakan agenda rutin pengabdian kepada masyarakat ini digelar di Laboratorium NDT Polibatam dan diikuti 20 siswa dari SMKN 1, SMKN 4, SMKN 5, dan SMKN 6 Batam, mayoritas berasal dari program keahlian pengelasan.

Pelatihan dibuka oleh Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi, Nurul Laili. Ia menegaskan bahwa pemahaman dasar terkait inspeksi kualitas merupakan keterampilan penting bagi siswa vokasi.

“Visual testing adalah langkah awal yang wajib dikuasai calon tenaga pengelasan. Dengan membangun fondasi ini, siswa lebih siap memasuki dunia industri,” ujarnya.

HBRL

Setelah pembukaan, peserta menerima materi dari perwakilan industri dari PT Cladtek Bi Metal Manufacturing Juni Purwandari. Dia memaparkan gambaran nyata mengenai inspeksi pengelasan dalam dunia fabrikasi serta ruang lingkup pekerjaan welding inspector.

(engesti/gokepri.com)

“Industri membutuhkan tenaga inspeksi yang tidak hanya paham teori, tetapi juga terampil melakukan pemeriksaan visual sesuai standar,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi terkait jenis-jenis cacat pengelasan, karakteristik cacat, penggunaan welding gauge, prosedur inspeksi, serta kriteria keberterimaan. Pembelajaran merujuk pada standar sertifikasi welding inspector3.0 sehingga siswa memperoleh pengalaman sesuai praktik industri.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik inspeksi visual. Dengan pendampingan mahasiswa Polibatam, siswa memeriksa spesimen las, mengidentifikasi cacat, melakukan pengukuran, hingga menyatakan hasil pemeriksaan. Berdasarkan kuesioner, mayoritas peserta mengapresiasi metode penyampaian materi yang jelas serta praktik yang memudahkan pemahaman.

“Penjelasannya mudah diikuti dan praktiknya membantu kami memahami langsung kondisi di lapangan,” ujar salah satu peserta.

Melalui pelatihan ini, Polibatam berharap dapat meningkatkan keterampilan siswa SMK dalam inspeksi visual dan memperluas kesiapan mereka menghadapi kebutuhan industri pengelasan di Batam dan daerah lainnya. *

Penulis : Engesti

Pos terkait